Bupati Muaro Jambi Hadiri Rakor Satgas Karhutla dan Tata Kelola Energi Bersama Kepala Staf Kepresidenan

Jambinews.id - Jambi – Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno, SP, MM, M.Si, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Tata Kelola Energi Provinsi Jambi, di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (7/7/2025).

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jambi, Dr. Al Haris, dan dihadiri oleh Kepala Staf Kepresidenan RI Letjen TNI (Purn) A. M. Putranto, Forkopimda, serta para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi. Pertemuan ini digelar untuk memperkuat koordinasi lintas instansi dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Jambi menjelang musim kemarau.

Dalam arahannya, Kepala Staf Kepresidenan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan aparat keamanan dalam mencegah terjadinya Karhutla. Ia juga mendorong optimalisasi tata kelola energi daerah agar pembangunan berjalan efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap Rakor ini menghasilkan langkah nyata dan strategis dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla, khususnya di wilayah Kabupaten Muaro Jambi yang memiliki banyak kawasan hutan dan lahan perkebunan.

“Melalui rapat ini, kami ingin memastikan seluruh pihak benar-benar siap menghadapi musim kemarau. Sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan agar penanganan di lapangan lebih cepat dan terarah,” ujar Bupati BBS usai kegiatan.

Selain isu Karhutla, Rakor juga membahas tata kelola energi daerah, termasuk upaya peningkatan efisiensi dan pemanfaatan sumber daya energi terbarukan. Pemerintah daerah diharapkan mampu mengembangkan model pengelolaan energi yang mendukung ketahanan energi sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Bupati Bambang Bayu Suseno menegaskan bahwa pencegahan Karhutla dan pengelolaan energi berkelanjutan merupakan dua agenda penting yang harus berjalan beriringan. “Keduanya sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.