Jambinews.id – Sebuah lompatan besar dalam dunia pendidikan Islam dan pengelolaan dana umat terjadi di jantung peradaban Jambi Kota Seberang. Pada Sabtu (24/1/2026), di bawah naungan menara bersejarah Masjid Al-Ihsaniyah, Olak Kemang, Ketua BAZNAS Kota Jambi resmi menjajaki kerja sama internasional dengan salah satu universitas paling prestisius di Timur Tengah, Universitas Al-Ahgaff, Yaman.
Pertemuan ini bukan sekadar diskusi formal, melainkan sebuah "Diplomasi Zakat" yang dilakukan di sela-sela kekhidmatan Haul ke-126 Pangeran Wiro Kusumo. Di hadapan ribuan jamaah, Ketua BAZNAS Kota Jambi tampak berdiskusi intensif dengan Dr. Habib Hasan bin Husein Al-Jufri, perwakilan resmi dari Universitas Al-Ahgaff.
Misi Besar: Zakat Sebagai Investasi Intelektual
Ketua BAZNAS Kota Jambi menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah langkah konkret untuk mengubah wajah pendayagunaan zakat. Zakat tidak lagi hanya dipandang sebagai bantuan konsumtif, melainkan modal utama untuk membangun sumber daya manusia (SDM) Jambi yang mendunia.
"Kami ingin putra-putri terbaik Jambi, baik dari kalangan Muzakki maupun Mustahik, memiliki akses ke sumber ilmu di Tarim, Hadramaut. Kehadiran Dr. Habib Hasan Al-Jufri di tanah Olak Kemang adalah berkah sekaligus jembatan bagi anak-anak kita untuk tidak hanya jago di kandang, tapi berwawasan global," ujar pihak BAZNAS dalam pernyataan resminya.
Tiga Pilar Kerja Sama Jambi-Yaman
Dalam pertemuan tersebut, setidaknya ada tiga poin krusial yang menjadi landasan kerja sama:
- Beasiswa Pendidikan Tinggi: Skema pendanaan penuh bagi santri berprestasi Kota Jambi untuk menempuh studi di Al-Ahgaff.
- Manajemen Filantropi: Pertukaran sistem tata kelola wakaf dan zakat antara Yaman yang dikenal sebagai negeri para wali dengan BAZNAS Kota Jambi.
- Kaderisasi Ulama Moderat: Mencetak generasi pendakwah yang memiliki sanad keilmuan tersambung hingga ke Rasulullah SAW namun tetap adaptif dengan kemajuan zaman.
Momentum Sejarah di Masjid Batu
Pemilihan Masjid Al-Ihsaniyah atau yang dikenal dengan Masjid Batu sebagai lokasi pertemuan memiliki makna filosofis yang dalam. Masjid ini adalah simbol perjuangan Pangeran Wiro Kusumo dalam menyebarkan Islam di Jambi. Melalui penjajakan ini, mata rantai intelektual antara Jambi dan Hadramaut yang telah terjalin berabad-abad silam kini resmi tersambung kembali secara institusional.
Dr. Habib Hasan bin Husein Al-Jufri menyambut antusias inisiatif ini. Beliau menyatakan bahwa Al-Ahgaff selalu terbuka lebar bagi penuntut ilmu dari Jambi yang dikenal memiliki kegigihan dan akhlak yang mulia.
Menyongsong MoU Formal
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan segera merumuskan Memorandum of Understanding (MoU) yang lebih detail, mencakup kriteria seleksi mahasiswa dan kuota khusus bagi warga Kota Jambi. Kabar ini diprediksi akan memicu antusiasme tinggi di kalangan pesantren dan sekolah Islam di seluruh Provinsi Jambi.
Dengan kerja sama ini, BAZNAS Kota Jambi membuktikan diri bukan sekadar lembaga pengumpul uang, melainkan arsitek masa depan bagi generasi emas Jambi di panggung internasional.
