Jambinews.id - Merangin - Bupati Merangin H. M Syukur bersama Wabup Drs H. A Khafid Berkomitmen ingin menuntaskan masalah pendidikan di Kabupaten Merangin, Dengan diluncurkannya secara resmi oleh Bupati M. Syukur program bantuan perlengkapan seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP, Pada Sabtu (31/1)
Acara yang dipusatkan di SMP Negeri 5 Sungai Manau, Kecamatan Sungai Manau ini disambut antusias oleh ratusan wali murid dan siswa.
Bupati M Syukur Menjelaskan pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Merangin menganggarkan 1.700 paket bantuan perlengkapan Sekolah gratis yang terdiri dari sepatu, baju seragam, tas, ikat pinggang, hingga kaos kaki.
dan saya Instruksikan nantinya akan diadakan pendataan ulang untuk penambahan anggaran pada perubahan tahun 2026 mendatang.
Bupati Mengharapkan,"Jika ada anak yang tidak sekolah karena alasan tidak punya perlengkapan, atau seragam sekolah laporkan ke saya, atau ke Pak Sekda, atau ke Kadis Pendidikan, Ungkapnya.
Karena pendidikan adalah investasi ilmu. Kalau mengandalkan alam, suatu saat akan habis. Tapi ilmu akan terus berinovasi," tegasnya.
Didampingi Sekda Zulhifni, Bupati M. Syukur mengungkapkan fakta mengejutkan di balik program ini.ia membeberkan bahwa program bantuan tersebut nyaris gagal terealisasi karena kondisi keuangan daerah yang sedang sulit.
"Program ini hampir gagal. Tapi berkat kekompakan jajaran Pemkab Merangin, kita sepakat ini harus jalan. Jangan sampai ada anak Merangin tidak sekolah hanya karena tidak punya baju atau sepatu," tegas Bupati di hadapan warga.
Sebagai alumni SMPN 5 Sungai Manau, M. Syukur mengaku sangat memahami kesulitan warga karena ia berangkat dari latar belakang keluarga yang sederhana.
"Saya dulu orang susah, beli sepatu cuma saat hari raya. Jadi saya tidak ingin anak-anak Merangin merasa minder atau tidak percaya diri karena sepatunya robek ," imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberikan instruksi khusus kepada Kepala Dinas Pendidikan yang baru untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak Suku Anak Dalam (SAD).
"Saya minta tolong, anak-anak Suku Anak Dalam yang tinggal di Merangin, khususnya di Sungai Manau Lama, diberikan akses bantuan ini dan diwajibkan sekolah. Intinya, siapa pun latar belakangnya, dia harus sekolah," kata M. Syukur.
Selain bantuan fisik, Bupati juga menekankan pentingnya pembangunan karakter. Ia meminta sekolah menghidupkan kembali "Kantin Kejujuran" dan menginisiasi program shalat subuh berjamaah bagi siswa di masjid/surau pada hari Minggu sebagai bagian dari penilaian kinerja guru.
Terkait kemajuan teknologi, Bupati mengingatkan para orang tua dan guru untuk mengawasi penggunaan handphone, terutama aplikasi media sosial seperti TikTok, agar tidak berdampak negatif pada perkembangan anak. (Mansurdin)
