Ketua DPRD Kota Jambi Minta Bank 9 Jambi Segera Benahi Layanan ATM dan M-Banking


Jambinews.id - Kota Jambi - Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menerima sejumlah keluhan dari aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Jambi terkait layanan ATM dan mobile banking milik Bank 9 Jambi yang hingga kini kerap mengalami gangguan dan sulit diakses.

Kemas Faried mengungkapkan, pihaknya telah menerima laporan langsung dari sejumlah ASN yang menyampaikan bahwa gangguan pada layanan perbankan tersebut terjadi berulang kali dan berlangsung cukup lama.

“Kami meminta Bank Jambi untuk melakukan upaya dan langkah yang konkret untuk mengatasi hal tersebut,” ujarnya.

Ia juga meminta manajemen Bank 9 Jambi agar melakukan koordinasi secara intensif dengan para regulator, terutama Bank Indonesia, guna mempercepat pemulihan layanan operasional ATM dan sistem perbankan lainnya sehingga dapat memberikan kenyamanan bertransaksi bagi para nasabah.

Selain itu, Kemas Faried menekankan pentingnya transparansi informasi kepada masyarakat terkait kondisi layanan operasional bank.

“Segera menyampaikan informasi terkait layanan operasional bank secara transparan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia juga meminta Bank 9 Jambi menyiapkan langkah penanganan yang efektif untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah. Salah satunya dengan melakukan langkah “jemput bola” ke satuan kerja perangkat daerah (OPD) maupun kantor cabang Bank 9 Jambi untuk menambah teller sementara, guna mengurai antrean pencairan gaji ASN.

“Selain itu, penting untuk membangun dan menjaga komunikasi yang aktif dengan seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat memahami kondisi terkini serta proses pemulihan yang sedang dilakukan,” tambahnya.

Sebelumnya, DPRD Kota Jambi menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran manajemen Bank Jambi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi pada Kamis (26/2/2026) siang.

RDP tersebut digelar menyusul polemik hilangnya dana sejumlah nasabah yang diduga berkaitan dengan insiden siber pada layanan perbankan, khususnya fitur mobile banking yang sempat dinonaktifkan.

Usai rapat, Kemas Faried menegaskan agar sistem layanan Bank Jambi dapat segera kembali normal sebelum pencairan gaji ASN pada 1 Maret 2026.

Sementara itu, salah seorang ASN mengungkapkan bahwa gangguan layanan perbankan tersebut telah terjadi berulang kali dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi nasabah.

Dampak yang dirasakan antara lain nasabah tidak dapat melakukan transaksi secara mandiri melalui ATM maupun mobile banking. Selain itu, proses pembayaran, transfer, dan transaksi keuangan lainnya menjadi terhambat sehingga nasabah terpaksa datang langsung ke kantor bank.

Kondisi tersebut juga menyebabkan antrean panjang di kantor cabang serta mengganggu aktivitas pekerjaan, karena sebagian nasabah harus meninggalkan pekerjaan untuk mengantre demi menyelesaikan transaksi yang seharusnya dapat dilakukan secara digital.

“Kondisi ini tentunya sangat memengaruhi kenyamanan nasabah serta berdampak pada efektivitas dan kinerja, khususnya bagi pegawai atau masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu,” ujar ASN tersebut.

Para nasabah berharap pihak Bank 9 Jambi dapat segera melakukan evaluasi dan perbaikan sistem secara menyeluruh agar layanan ATM dan mobile banking dapat berfungsi secara optimal dan stabil. Selain itu, mereka juga mengharapkan adanya pemberitahuan resmi dan transparan kepada nasabah apabila terjadi gangguan layanan, sehingga kebutuhan transaksi dapat diantisipasi lebih awal.

“Harapan kami agar permasalahan ini dapat segera ditindaklanjuti demi peningkatan kualitas pelayanan kepada nasabah,” pungkasnya.