Gali “Harta Karun” Intelektual Jambi, Fakultas Dakwah Gandeng BRIN Bedah Relevansi Manuskrip dan Tradisi Lisan dalam Dakwah Modern


Jambinews.idJambi - Fakultas Dakwah menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Relevansi Manuskrip dan Tradisi Lisan sebagai Pemerkaya Dakwah” pada Selasa (28/04/2026). Kegiatan yang digelar secara daring ini menjadi wujud konkret kolaborasi strategis antara Fakultas Dakwah dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam menguatkan basis keilmuan dakwah berbasis khazanah lokal.

Kuliah ilmiah tersebut menghadirkan narasumber utama, Dr. Mu'jizah, M.Hum, Peneliti Ahli Utama BRIN, yang mengupas secara komprehensif potensi manuskrip dan tradisi lisan sebagai sumber inspirasi sekaligus instrumen strategis dalam pengembangan dakwah di era kontemporer. Ia menegaskan bahwa warisan intelektual masa lampau tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga relevan sebagai rujukan metodologis dalam membangun narasi dakwah yang kontekstual dan berakar pada kearifan lokal.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Dakwah, Prof. Dr. Ahmad Syukri, SS., M.Ag. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terjalinnya sinergi dengan BRIN, seraya menekankan pentingnya eksplorasi kekayaan intelektual Jambi yang selama ini belum tergali secara optimal.

“Jambi merupakan gudang manuskrip dan tradisi lisan yang masih tersimpan. Literasi terhadap warisan ini perlu terus ditingkatkan agar mahasiswa tidak terlepas dari akar budaya dan sejarahnya sendiri,” ujarnya.

Kuliah tamu ini dipandu oleh Hafizen, M.Sc sebagai moderator dan diikuti secara antusias oleh mahasiswa semester VI Fakultas Dakwah. Turut hadir jajaran pimpinan fakultas, yakni Wakil Dekan I Dr. Syahroni, Wakil Dekan II Dr. Agus Salim, serta Wakil Dekan III Dr. M. Junaidi Habe, M.Si.

Sesi diskusi berlangsung dinamis ketika salah satu mahasiswa, Cahya, mengajukan pertanyaan kritis terkait langkah teknis penelusuran naskah kuno yang telah mengalami degradasi fisik. Menanggapi hal tersebut, narasumber memaparkan pendekatan metodologis melalui kajian filologi, digitalisasi naskah, serta observasi lapangan sebagai langkah strategis dalam pelestarian dan pengkajian manuskrip.

Menutup kegiatan, Wakil Dekan III, Dr. M. Junaidi Habe, M.Si, menegaskan bahwa forum akademik ini merupakan langkah awal menuju kolaborasi yang lebih aplikatif antara Fakultas Dakwah dan BRIN. Ia mendorong penguatan kerja sama dalam bentuk bimbingan akademik, keterlibatan penguji eksternal, hingga kolaborasi publikasi ilmiah bereputasi.

“Ke depan, kolaborasi ini perlu ditingkatkan ke level yang lebih teknis, termasuk rencana penyelenggaraan workshop penulisan karya ilmiah berbasis tradisi lisan dan manuskrip,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memandang dakwah secara lebih luas, tidak hanya sebagai praktik retorika, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pelestarian peradaban melalui riset ilmiah dan penguatan literasi terhadap naskah serta tradisi lisan.