Jambinews.id - Jambi - Dari sebuah ruang virtual pada Rabu siang (5/5/2026), semangat kolaborasi dan inovasi itu mulai digerakkan. Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi resmi memulai rangkaian Kompetisi Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam II (KST PTKI II) Tahun 2026 melalui kegiatan Kick Off yang digelar secara daring.
Lebih dari sekadar seremoni pembukaan, Kick Off ini menjadi titik temu gagasan dari berbagai penjuru Indonesia. Pimpinan, dosen, hingga mahasiswa dari 21 Fakultas Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (FST PTKIN) hadir, membawa harapan yang sama: mendorong lahirnya inovasi yang tidak tercerabut dari akar budaya.
Tema yang diangkat, “Inovasi Berkelanjutan dan Kearifan Lokal untuk Masa Depan Indonesia,” mencerminkan arah besar yang ingin dituju. Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, kearifan lokal diposisikan bukan sebagai nostalgia, melainkan sebagai fondasi untuk menciptakan solusi yang relevan dan berkelanjutan.
Melalui tujuh cabang lomba yang dilombakan mulai dari pemetaan tematik berbasis digital, batik digital, hingga videografi kompetisi ini membuka ruang luas bagi mahasiswa untuk menerjemahkan ide menjadi karya. Tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada dampak nyata bagi masyarakat.
Pelaksanaan yang sepenuhnya daring justru memperluas jangkauan partisipasi. Mahasiswa dari berbagai daerah dapat terhubung tanpa batas geografis, memperkaya perspektif sekaligus memperkuat jejaring antarinstitusi.
Bagi UIN STS Jambi, kepercayaan sebagai tuan rumah bukan hanya tentang penyelenggaraan acara, tetapi juga tentang peran strategis dalam membangun ekosistem sains dan teknologi di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam. Momentum ini diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat posisi PTKI sebagai pusat lahirnya inovator muda yang adaptif dan berdaya saing.
Rangkaian kegiatan KST PTKI II 2026 akan berlangsung hingga Juni mendatang, dengan babak final sebagai puncak kompetisi. Namun lebih dari itu, nilai utama yang ingin ditinggalkan adalah jejaring, kolaborasi, dan semangat untuk terus berinovasi dari kampus, untuk Indonesia.


