IDI Jambi Dampingi Investigasi Kemenkes di RSUD Tungkal, Usut Kematian Dokter Magang


Jambinews.id - Jambi - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jambi mendampingi tim investigasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang turun langsung ke RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal untuk mengumpulkan fakta terkait meninggalnya dokter magang asal Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.

Dilansir dari  Antara News Ketua IDI Wilayah Jambi, Zuhdi Darma, mengatakan kehadiran pihaknya dalam proses tersebut sebatas mendampingi tim investigasi di lapangan.

“Fakta-fakta yang sudah terkumpul akan dikompilasi oleh tim. Untuk penyampaian hasil, itu menjadi kewenangan Kemenkes,” ujarnya di Jambi, Selasa (5/5/2026).

Dalam proses investigasi, tim telah meminta keterangan dari rekan sejawat almarhumah dr. Myta Aprilia Azmy serta tenaga medis yang bertugas di rumah sakit tersebut. Langkah ini dilakukan guna memastikan kronologi dan kondisi kerja dokter magang sebelum kejadian.

Hasil investigasi nantinya akan diumumkan langsung oleh pihak Kemenkes, baik melalui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin maupun pejabat terkait di kementerian tersebut.

IDI Jambi berharap hasil investigasi ini dapat menjadi bahan evaluasi menyeluruh, khususnya dalam sistem pembinaan dan pengawasan terhadap dokter muda yang menjalani program internship.

Sebagai langkah antisipatif, IDI juga telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh pengurus kabupaten/kota agar meningkatkan pengawasan terhadap dokter magang serta membuka ruang pelaporan bagi peserta internship yang menghadapi kendala di lapangan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat memastikan kesiapan menyambut kunjungan Menteri Kesehatan yang dijadwalkan meninjau langsung RSUD KH Daud Arif pada Rabu (6/5/2026).

Sekretaris Daerah Tanjung Jabung Barat, Hermansyah, menyebutkan kunjungan tersebut akan diikuti dengan penyampaian keterangan resmi terkait hasil investigasi.

Kasus meninggalnya dokter magang ini sebelumnya menjadi sorotan publik dan memicu perhatian berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum yang masih menunggu hasil resmi investigasi dari Kemenkes sebagai dasar langkah lanjutan.