Kunjungan Tim Peneliti MoRA ke Dua Desa Penyangga TNBD

 

Jambinews.id - Pendidikan - Tim peneliti dari Fakultas Sains dan Teknologi yang memperoleh dukungan Hibah Dana Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama melalui program MoRA The AIR Funds bekerja sama dengan LPDP Kementerian Keuangan baru saja menyelesaikan rangkaian penelitian lapangan di kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas, Kamis 14 Mei 2026. Kegiatan penelitian ini menjadi bagian dari upaya pengembangan riset berbasis potensi hayati dan pengetahuan lokal masyarakat adat di Provinsi Jambi.


Dalam pelaksanaan penelitian, tim melakukan kunjungan ke dua desa penyangga kawasan taman nasional, yakni Desa Pematang Kabau dan Desa Bukit Suban. Kedua wilayah tersebut dikenal sebagai kawasan yang masih memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat adat dan kekayaan biodiversitas hutan yang tetap terjaga hingga saat ini.

Selama berada di lokasi penelitian, tim berhasil melakukan wawancara mendalam bersama tujuh narasumber yang terdiri dari tokoh adat dan tokoh masyarakat Suku Anak Dalam. Proses pengumpulan data dilakukan untuk menggali informasi terkait pemanfaatan tumbuhan hutan sebagai obat tradisional yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi lapangan, tim peneliti menemukan sedikitnya 11 spesies tumbuhan yang digunakan masyarakat untuk pengobatan penyakit eksim. Sejumlah spesies tanaman tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui kajian ilmiah, khususnya dalam bidang farmasi dan kesehatan berbasis bahan alam.

Ketua tim peneliti  H. Arfan Aziz, M.Sos. Sc., Ph,D, menyampaikan bahwa penelitian ini tidak hanya bertujuan memperkaya khazanah ilmiah, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendokumentasikan pengetahuan tradisional masyarakat adat yang selama ini diwariskan secara lisan. Selain itu, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan obat herbal berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan.

Setelah menyelesaikan penelitian di kawasan sekitar TN Bukit Dua Belas, tim peneliti dijadwalkan melanjutkan kerja lapangan ke dua kawasan konservasi lainnya di Jambi. Salah satu lokasi yang akan menjadi tujuan penelitian berikutnya adalah wilayah penyangga Taman Nasional Berbak sebagai bagian dari rangkaian riset eksplorasi biodiversitas dan pengetahuan etnobotani masyarakat lokal.