Viral! Pernyataan “Orang Desa Tidak Pakai Dolar” dari Prabowo Jadi Sorotan Publik


Jambinews.id  - Jakarta - Pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, soal pelemahan rupiah yang menyebut “orang desa tidak pakai dolar” viral di media sosial dan memicu perdebatan publik. Ucapan tersebut muncul saat Presiden merespons nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh angka Rp17.600 per dolar AS.

Potongan video pernyataan Prabowo langsung ramai beredar di berbagai platform digital seperti TikTok, Instagram, X, dan Threads. Banyak warganet membagikan ulang video tersebut disertai komentar, analisis ekonomi, hingga meme politik yang berkaitan dengan kondisi rupiah dan harga kebutuhan masyarakat.

Dalam keterangannya, Prabowo meminta masyarakat tetap tenang menghadapi gejolak nilai tukar rupiah. Ia menilai masyarakat desa tidak terlalu terdampak secara langsung karena aktivitas ekonomi sehari-hari tetap menggunakan rupiah, bukan dolar Amerika Serikat.

Namun, pernyataan itu menuai beragam tanggapan. Sebagian masyarakat mendukung pandangan Presiden dan menilai kondisi ekonomi Indonesia masih cukup kuat menghadapi tekanan global. Sementara itu, sejumlah warganet lain menilai pelemahan rupiah tetap berdampak terhadap harga sembako, BBM, pupuk, biaya logistik, hingga kebutuhan pokok yang turut dirasakan masyarakat di daerah pedesaan.

Tagar terkait rupiah, dolar, dan kondisi ekonomi nasional pun sempat masuk jajaran trending topic media sosial. Perdebatan publik semakin meluas setelah banyak pengguna internet membahas dampak kurs dolar terhadap harga barang dan daya beli masyarakat.

Pengamat ekonomi menilai fluktuasi nilai tukar rupiah memang tidak dirasakan secara langsung dalam transaksi masyarakat desa. Namun, pelemahan rupiah tetap memiliki efek tidak langsung terhadap ekonomi nasional, terutama pada sektor impor, distribusi barang, dan biaya produksi.

Di tengah viralnya pernyataan tersebut, pemerintah dan Bank Indonesia terus melakukan langkah stabilisasi untuk menjaga kepercayaan pasar dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan ekonomi global.