Jambinews.id | Jambi - Memasuki dunia kerja bukan semata tentang seberapa tinggi nilai akademik atau seberapa banyak keterampilan teknis yang dikuasai. Di tengah tuntutan profesionalisme yang semakin kompleks, mahasiswa juga dituntut memiliki karakter, etika, serta kemampuan beradaptasi.
Pesan tersebut mengemuka dalam Workshop Pra Kerja yang diselenggarakan Unit Pengembangan Kewirausahaan dan Karier (UPKK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi di Gedung UPKK lantai 2, Rabu (16/9/2026).
Workshop mengusung tema “Upgrade Skill, Membuka Peluang Menjadi SDM Unggul” dan diikuti 45 mahasiswa yang merupakan perwakilan dari setiap fakultas. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Jambi.
Membuka kegiatan, Wakil Rektor II UIN STS Jambi, Dr. Pahami, S.Ag., M.Si., mengingatkan mahasiswa bahwa kesiapan memasuki dunia kerja harus dibangun secara menyeluruh.
Menurutnya, kemampuan akademik dan keterampilan teknis perlu berjalan beriringan dengan etika, akhlak, dan moral. Sebab, kemampuan seseorang dalam bekerja tidak hanya tercermin dari kompetensi yang dimiliki, tetapi juga dari sikap dan cara membangun hubungan dengan lingkungan kerja.
“Dalam dunia kerja, etika, akhlak, dan moral adalah yang utama, di luar soft skill yang kita miliki,” ujarnya.
Dr. Pahami menilai penguatan soft skill menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi realitas dunia profesional. Kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam organisasi, membangun relasi, serta berkolaborasi dengan orang lain menjadi kompetensi yang tidak dapat dipisahkan dari keterampilan akademik.
Di sisi lain, kecerdasan intelektual, kata dia, juga perlu tetap berpijak pada nilai-nilai Islam. Salah satunya melalui sifat fathonah, yakni kecerdasan yang diarahkan untuk membangun profesionalisme sekaligus memberikan manfaat dalam kehidupan bermasyarakat.
Tiga Modal Memasuki Dunia Profesional
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Pahami juga menekankan tiga modal utama yang perlu dipersiapkan mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja, yakni integritas, profesionalitas, dan sensitivitas atau kepekaan terhadap lingkungan sekitar.
“Integritas, profesionalitas, dan sensitivitas harus dibangun dalam dunia kerja,” katanya.
Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi bagi seseorang dalam menghadapi lingkungan profesional yang dinamis. Integritas berkaitan dengan kejujuran dan konsistensi dalam menjalankan tanggung jawab, profesionalitas menyangkut kemampuan bekerja sesuai kompetensi dan standar yang ditetapkan, sedangkan sensitivitas diperlukan agar seseorang mampu membaca kondisi serta memahami kebutuhan lingkungan di sekitarnya.
Bagi mahasiswa, ketiganya menjadi bekal penting untuk beradaptasi, bekerja dalam tim, membangun komunikasi, sekaligus memberikan kontribusi positif ketika kelak memasuki dunia kerja.
Menjembatani Kampus dan Kebutuhan Industri
Sementara itu, Kepala Unit Pengembangan Kewirausahaan dan Karier UIN STS Jambi, Dr. Mardalina, S.Ag., M.Ud., mengatakan workshop tersebut merupakan bagian dari upaya kampus mempersiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Menurutnya, mahasiswa perlu mendapatkan pembekalan yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri dan lingkungan profesional.
Workshop tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa, memperkuat daya saing lulusan, sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, kompeten, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Kehadiran HIMPSI Wilayah Jambi sebagai narasumber juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan perspektif profesional dalam pembekalan mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.
Bagi 45 mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut, workshop pra kerja bukan sekadar ruang untuk menambah pengetahuan. Lebih dari itu, kegiatan menjadi momentum untuk melihat kembali kesiapan diri mulai dari kompetensi, komunikasi, karakter, hingga kemampuan beradaptasi.
Sebab, ketika pintu dunia kerja mulai terbuka, ijazah dan keterampilan hanyalah sebagian dari bekal. Di baliknya, terdapat integritas, profesionalitas, serta kepekaan yang ikut menentukan bagaimana seorang lulusan membawa dirinya dan memberikan arti di tengah lingkungan profesional.

0 Komentar