Jambinews.id - Jakarta - Usai melewati pekan yang intens dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi Skema Pimpinan BAZNAS Daerah (26-30/01/2026), sebuah pemikiran segar lahir di tengah suasana santai Kopi Trotoar Matraman. Diskusi yang dipicu oleh refleksi pasca-asesmen ini melahirkan konsep "Kolaborasi Bahagia" dalam tata kelola zakat profesional.
Dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Jambi, Muhammad Padli, bersama jajaran pimpinan lainnya—Fakhrudin (Wakil Bidang Pengumpulan), Suparman (Wakil Bidang Pendistribusian), dan Abdul Rahim (Wakil Bidang Umum dan SDM), sementara Sanandar (Wakil Bidang Keuangan) lebih awal mendapatkan prediket kompeten—tim ini baru saja menuntaskan sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Pusat (LSP) BAZNAS RI.
Bukan Menara Gading: Sinergi Tanpa Batas
Dalam diskusi tersebut, Muhammad Padli menegaskan bahwa BAZNAS tidak boleh menjadi "Menara Gading". BAZNAS harus meruntuhkan sekat eksklusivitas dan membuka diri untuk melibatkan personal maupun institusi. Semangat ini diperkuat oleh Fakhrudin melalui pemberdayaan Relawan Zakat Infaq dan Sedekah (Rezis) yang kini bergerak masif di lapangan.
Manasik Zakat: Edukasi sebagai Mesin Penggerak
Salah satu gagasan brilian yang mencuat dalam diskusi adalah Manasik Zakat. Ide yang diinisiasi oleh Suparman ini telah mulai digerakkan oleh Ketua Muhammad Padli dan kini siap "seluncur" untuk mencari dukungan lebih luas.
Berbeda dengan edukasi konvensional, Manasik Zakat dirancang sebagai panduan praktis dan simulasi agar calon muzakki memahami alur serta dampak nyata dari harta yang mereka titipkan. Ini adalah langkah konkret untuk membumikan literasi zakat di tengah masyarakat Jambi.
Pendistribusian sebagai "Lumbung Pengumpulan"
Suparman menawarkan perspektif unik mengenai mata rantai zakat. Menurutnya, pendistribusian yang tepat sasaran adalah magnet terbaik bagi pengumpulan.
"Melalui program seperti Sedekah Seragam Sekolah dan Zakat Community Development (ZCD), kita membangun kepercayaan. Saat muzakki melihat mustahik berdaya secara ekonomi, saat itulah pendistribusian menjadi 'lumbung' yang secara otomatis menarik minat orang untuk berzakat kembali," jelas Suparman.
Perbaikan Amil: Fondasi Utama SDM
Di sisi lain, perbaikan internal menjadi perhatian serius Abdul Rahim. Sebagai pimpinan bidang SDM, ia menekankan bahwa gagasan besar di atas hanya bisa berjalan jika didukung oleh Amil yang kompeten dan berintegritas. Perbaikan kualitas Amil melalui pelatihan berkelanjutan dan standarisasi kompetensi menjadi fondasi utama agar pelayanan BAZNAS Kota Jambi semakin profesional dan akuntabel.
