Jambinews.id - Jambi - Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi terus memperkuat langkah strategis menuju perguruan tinggi berkelas dunia (World Class University). Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi strategis yang dipimpin Wakil Rektor I UIN STS Jambi, Dr. Ayub Mursalin, M.A., Rabu (4/2/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Rektor, Gedung GMPU Lantai 3, ini menjadi bagian penting dalam akselerasi agenda internasionalisasi kampus, khususnya dalam penguatan ekosistem riset dan pengembangan pusat kajian.
Dalam pertemuan tersebut, Dr. Ayub Mursalin didampingi sejumlah akademisi UIN STS Jambi yang memiliki rekam jejak dan pengalaman internasional. Hadir dalam rapat tersebut antara lain Prof. Alfian, S.Pd., M.Ed., Ph.D; Dion Eprijum Ginanto, S.Pd., M.A., Ph.D; Agus Salim, S.TH.I., MIR., Ph.D; Titin Agustin Nengsih, S.Si., M.Si., Ph.D; Nisaul Fadillah, M.Si., Ph.D; Hj. Ulya Fuhaidah, S.Hum., M.Si., Ph.D; serta Husnul Abid, M.A.
Diskusi difokuskan pada upaya peningkatan daya saing akademik di tingkat global, dengan target utama peningkatan publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi, khususnya jurnal Quartile 1 (Q1), serta perluasan jejaring kerja sama luar negeri.
Dalam arahannya, Dr. Ayub Mursalin menekankan pentingnya pengembangan keilmuan dan pembudayaan akademik sebagai fondasi internasionalisasi. Salah satu strategi yang didorong adalah pembentukan Pusat Kajian sebagai wadah terintegrasi bagi pengembangan ide, riset, dan penulisan akademik dosen.
“Kita harus menentukan program-program yang jelas, misalnya melalui workshop pengembangan keilmuan yang memiliki kekhasan Jambi,” ujar Dr. Ayub. Ia juga mengibaratkan pusat kajian sebagai “bandul penggerak” yang mampu memusatkan dan mengakselerasi aktivitas riset serta publikasi ilmiah.
Sejumlah gagasan strategis turut mengemuka dalam rapat tersebut. Agus Salim, Ph.D, mengusulkan pembentukan Pusat Kajian Jambi, inisiasi nota kesepahaman (MoU) dengan negara-negara luar seperti Prancis, serta penyediaan ruang diskusi internal yang berkelanjutan untuk pendalaman isu-isu keilmuan. Sementara itu, Husnul Abid, M.A, menyoroti pentingnya pengembangan program studi, termasuk usulan pendirian Program Studi Melayu dalam waktu dekat sebagai bagian dari penguatan identitas akademik UIN STS Jambi di kancah internasional.
Pertemuan ini diharapkan menjadi katalisator percepatan pemenuhan indikator universitas kelas dunia. Melalui penguatan pusat kajian dan ekosistem riset yang berorientasi global, UIN STS Jambi optimistis mampu meningkatkan kontribusi keilmuan serta memperoleh pengakuan yang lebih luas di tingkat internasional.

