DPRD Soroti Minimnya Realisasi Usulan Pembangunan di Kumpeh

Jambinews.id - Muaro Jambi - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Muaro Jambi dari Daerah Pemilihan II, Usman Halik, menyoroti ketimpangan alokasi anggaran pembangunan di Kecamatan Kumpeh Ilir yang dinilai tidak proporsional meskipun ribuan usulan masyarakat setempat telah disampaikan melalui forum resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Sorotan tersebut disampaikan Rabu (25/02/2026) di ruang rapat DPRD Muaro Jambi serta menjadi perbincangan hangat di DPRD dan masyarakat setempat.

Usman Halik menjelaskan bahwa meskipun aspirasi pembangunan dari 17 desa di wilayah tersebut telah diajukan secara kolektif dan terstruktur, realisasi proyek fisik yang turun ke wilayah Kumpeh Ilir pada tahun anggaran 2025 sangat minim. Ia mengatakan hanya terdapat tiga paket pekerjaan yang terealisasi di wilayah ini, sebuah kenyataan yang kontras dengan jumlah kebutuhan dan besarnya usulan yang diharapkan bernilai mencapai triliunan rupiah jika dihitung secara keseluruhan.

Menurut Usman, mayoritas usulan itu mencakup kebutuhan mendesak seperti perbaikan jalan poros desa, pembangunan jembatan strategis, serta fasilitas umum lainnya yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat. Namun, minimnya alokasi anggaran dinilai membuat kondisi infrastruktur di Kumpeh Ilir semakin memprihatinkan dan kian rusak karena usia serta beban aktivitas yang terus meningkat.

“Kondisi ini sangat kontras dan menyakitkan bagi masyarakat. Ribuan usulan yang disuarakan sejak lama seolah menguap tanpa realisasi yang signifikan, sementara jalan dan infrastruktur vital kita hanya menerima porsi yang sangat kecil,” tegas Usman Halik di hadapan koleganya di DPRD.

Usman meminta Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi melakukan evaluasi total terhadap distribusi anggaran pembangunan agar lebih proporsional serta sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di seluruh wilayah, termasuk Kumpeh. Ia juga menegaskan DPRD siap mengawal proses perencanaan dan penganggaran agar usulan masyarakat tidak hanya menjadi data di atas kertas, tetapi mampu diterjemahkan menjadi program kerja yang nyata.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi jalan di beberapa titik di Kumpeh Ilir dilaporkan masih sulit dilalui terutama saat musim penghujan, yang berdampak pada mobilitas warga dan aktivitas ekonomi.