Jambinews.id - Di tengah dunia yang semakin kompetitif dan individualistis, sebuah gerakan dari akar rumput di Kota Jambi, Indonesia, menarik perhatian sebagai model pendidikan karakter global. Bukan tentang mengejar angka akademik, melainkan tentang menanamkan "DNA Berbagi" sejak usia emas.
Pada Kamis (12/2), Lapangan Dinas Pendidikan Kota Jambi berubah menjadi lautan tawa dan energi positif. BAZNAS Kota Jambi bersama Pemerintah Kota meluncurkan Manasik Zakat Anak Usia Dini, sebuah inisiatif yang memposisikan kedermawanan bukan sebagai beban kewajiban, melainkan sebagai sebuah perayaan.
Zakat Sebagai Gaya Hidup, Bukan Sekadar Angka
Ketua BAZNAS Kota Jambi, yang hadir didampingi seluruh jajaran pimpinan, menyampaikan visi yang mendalam di hadapan Pimpinan BAZNAS RI dan Ibu Walikota Jambi. Dalam laporannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini adalah upaya memanusiakan manusia sejak dini.
"Membangun kota bukan hanya soal gedung yang menjulang, tapi soal hati yang lapang," tegas Ketua BAZNAS Kota Jambi. "Kita mengajari anak-anak bahwa harta ibarat air; jika diam ia keruh, namun jika dialirkan melalui zakat, ia akan memberi kehidupan bagi sekitarnya."
Filosofi "Zakat Bahagia" menjadi ruh dalam kegiatan ini. Sebanyak 110 anak PAUD perwakilan dari 11 kecamatan diajak mensimulasikan praktik zakat dengan cara yang menyenangkan, membuktikan bahwa pendidikan finansial sosial bisa dilakukan dengan tawa.
Restu dari Ibu Kota Jambi
Acara ini diresmikan langsung oleh Ibu Walikota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadyah Maulana, Sp.OG. Sebagai sosok ibu sekaligus praktisi medis, beliau melihat program ini sebagai "nutrisi jiwa" yang krusial bagi tumbuh kembang anak. Kehadiran beliau bersama Bunda PAUD se-Kota Jambi mempertegas komitmen pemerintah dalam menciptakan generasi masa depan yang cerdas secara intelektual namun kaya secara empati.
Poin Utama dari Gerakan Jambi:
- Pendidikan Berbasis Karakter: Menanamkan kesadaran sosial sebelum anak-anak mengenal kompleksitas dunia dewasa.
- Sinergi Akar Rumput: Kolaborasi antara BAZNAS, Pemerintah Kota, dan lembaga pendidikan PAUD.
- Inspirasi Nasional: BAZNAS Kota Jambi menitipkan pesan kepada BAZNAS RI agar model "Pendidikan Zakat Usia Emas" ini dapat menjadi standar edukasi nasional.
Membangun Masa Depan yang Lebih Lembut
Kegiatan yang ditutup dengan pantun jenaka dan keceriaan anak-anak ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru negeri: bahwa solusi atas kemiskinan di masa depan tidak hanya terletak pada kebijakan ekonomi, tetapi pada bagaimana kita mendidik hati anak-anak hari ini.
Kota Jambi telah membuktikan bahwa zakat, jika diperkenalkan dengan cinta, akan menjadi identitas bangsa yang peduli dan saling menguatkan.
