FST UIN STS Jambi dan KKI Warsi Perkuat Kolaborasi melalui MoU dan PKS di Bidang Konservasi


Jambinews.id - Pendidikan - Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi strategis di bidang pendidikan dan konservasi lingkungan. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan KKI Warsi Jambi yang berlangsung di Lantai 3 Gedung Rektorat, Kamis (23/4/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya membangun sinergi antara dunia akademik dan lembaga non-pemerintah yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang konservasi. Melalui kerja sama ini, diharapkan akan tercipta ruang kolaboratif yang mampu memperkaya proses pembelajaran, khususnya yang berbasis pada praktik lapangan.


Penandatanganan dilakukan oleh Dekan FST, Arfan, S.Th.I., M.Soc.Sc., Ph.D., didampingi Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Tri Susanti, S.Si., M.Si, bersama Drektetur KKI Warsi Adi Junaidi, yang di dampingi Manajer Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Rudi Syaf dan Manajer Program Sukmareni Rizal.


Momentum ini juga turut disaksikan oleh Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap penguatan jejaring kelembagaan dan peningkatan kualitas akademik, khususnya dalam pengembangan keilmuan yang relevan dengan isu-isu lingkungan hidup.


Dengan adanya kerja sama ini, FST UIN STS Jambi diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, tidak hanya berbasis teori di ruang kelas, tetapi juga terintegrasi dengan pengalaman nyata di lapangan melalui kemitraan dengan KKI Warsi Jambi.



Dalam keterangannya, Dekan FST Arfan, S.Th.I., M.Soc.Sc., Ph.D.,  menyampaikan bahwa KKI Warsi merupakan lembaga non-pemerintah yang memiliki pengalaman panjang dalam advokasi lingkungan hidup, terutama dalam upaya mendorong penetapan kawasan Cagar Biosfer Bukit Dua Belas hingga menjadi Taman Nasional.


”KKI Warsi adalah Lembaga Non Pemerintah yang selama ini terlibat dalam advokasi Cagar Biosfer Bukit Dua Belas hingga ditetapkan menjadi Taman Nasional pada era Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid”, ujarnya.


Ia menegaskan, kerja sama ini diharapkan mampu menjadi jembatan sinergi antara dunia akademik dan praktisi konservasi, khususnya dalam penguatan pembelajaran di bidang Biologi yang berfokus pada pengelolaan taman nasional dan pelestarian lingkungan.


“kerjasama dengan KKI Warsi diharapkan menjadi jembatan komunikasi dan pengetahuan para mahasiswa dan dosen dalam pembelajaran Biologi terutama terkait taman nasional dan konservasi”.