Sinergi Akademik dan Konservasi: Fakultas Dakwah UIN Jambi dan KKI Warsi Resmi Berkolaborasi



Jambinews.id - Pendidikan - Sebuah langkah besar diambil oleh Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi dalam mendekatkan dunia kampus dengan realitas sosial di lapangan. Pada Kamis, 23 April 2026, Fakultas Dakwah resmi menggandeng Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis yang berfokus pada riset dan pemberdayaan masyarakat adat.

Prosesi khidmat yang berlangsung di Lantai III Gedung Rektorat UIN STS Jambi ini disaksikan langsung oleh Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., beserta jajaran Wakil Rektor dan Kepala Biro. Dari sisi fakultas, hadir pula Wakil Dekan II Dr. Agus Salim, M.Pd., serta Dr. M. Junaidi Habe, M.Si. Sementara itu, delegasi KKI Warsi hadir dengan formasi lengkap, dipimpin oleh Direktur Adi Junaidi, didampingi Manajer Komunikasi Rudi Syaf, dan Koordinator Divisi Komunikasi Sukmareni.

Menjembatani Teori dan Realitas Lapangan

Penandatanganan dilakukan oleh Dekan Fakultas Dakwah, Prof. Dr. H. Ahmad Syukri, SS., M.Ag., dan Direktur KKI Warsi, Adi Junedi. Kerja sama ini bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan sebuah ikhtiar untuk menyatukan kepakaran akademik dengan pengalaman lapangan KKI Warsi sebagai scholar NGO yang telah lama malang melintang di dunia konservasi.

Prof. Ahmad Syukri menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah pintu gerbang bagi mahasiswa dan dosen untuk memperdalam kapasitas keilmuan mereka.

"Kami ingin mahasiswa tidak hanya terpaku pada teori di ruang kelas. Melalui fasilitasi dari KKI Warsi, mereka akan terjun langsung ke tengah masyarakat adat melalui program magang dan praktik kerja lapangan," ujarnya.

Riset Berbasis Masyarakat Adat

Salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah peran KKI Warsi dalam merekomendasikan lokasi penelitian dan pengabdian bagi para dosen. Fokusnya adalah wilayah binaan dan komunitas adat yang relevan dengan bidang dakwah dan sosial. Hal ini diharapkan mampu melahirkan riset-riset yang lebih aplikatif dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal.

Secara spesifik, kedua belah pihak sepakat untuk:

  • Kolaborasi Intelektual: Menyelenggarakan seminar, workshop, dan penguatan lembaga dengan melibatkan ahli dari kedua institusi.
  • Laboratorium Sosial: Membuka akses bagi mahasiswa untuk melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) demi memahami dinamika konservasi dan pemberdayaan.
  • Kemitraan Visual: Melakukan publikasi bersama sebagai simbol kuatnya sinergi antara lembaga pendidikan dan lembaga konservasi.

Visi Konservasi yang Humanis

Direktur KKI Warsi, Adi Junedi, menyambut hangat kemitraan ini. Ia menilai kehadiran akademisi dari Fakultas Dakwah akan memberi warna baru bagi misi konservasi di Jambi, terutama dalam pendekatan yang lebih humanis dan berbasis kearifan lokal.


"Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat peran Warsi dalam menjaga sumber daya alam bersama masyarakat, sembari memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan di kampus," tutur Adi.


Kesepakatan yang berlaku selama tiga tahun ini diharapkan menjadi katalis lahirnya inovasi metode dakwah yang lebih adaptif. Ke depan, dakwah tidak hanya dipandang sebagai syiar lisan, tetapi juga aksi nyata dalam menjaga lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat adat di Provinsi Jambi.