Yudisium ke-26 Fakultas Adab dan Humaniora UIN STS Jambi: Teguhkan Peran Lulusan sebagai Intelektual Beretika dan Visioner


Jambinews.id - Pendidikan -  Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menyelenggarakan Yudisium ke-26 dalam suasana khidmat di Amphiteater Wing B, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini menjadi penanda resmi kelulusan mahasiswa sekaligus momentum strategis dalam meneguhkan komitmen lulusan untuk berkontribusi di tengah masyarakat.

Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, Dr. Dian Mursyidah, M. Ag., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh peserta yudisium atas capaian akademik yang telah diraih. Ia menegaskan bahwa keberhasilan menyelesaikan studi merupakan fondasi awal untuk memasuki fase kehidupan yang lebih kompleks dan kompetitif.

“Garis finis di bangku kuliah sejatinya bukanlah akhir, melainkan titik awal dari sebuah maraton panjang dalam kehidupan nyata. Dunia pascakampus adalah arena aktualisasi diri yang menuntut kesiapan intelektual, ketangguhan mental, serta integritas karakter,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa gelar akademik yang disandang tidak semata-mata bersifat administratif, melainkan mengandung tanggung jawab moral dan intelektual kepada masyarakat. Lulusan diharapkan mampu memadukan keunggulan akademik dengan kematangan personal serta sensitivitas sosial.

Menurutnya, profil lulusan ideal Fakultas Adab dan Humaniora adalah individu yang memiliki kecerdasan berpikir, kedewasaan dalam bersikap, serta kontribusi nyata dalam kehidupan sosial. Hal tersebut tercermin dalam kemampuan membangun pola pikir (mindset) yang konstruktif dan karakter yang berlandaskan nilai-nilai luhur.

“Seorang lulusan harus memiliki intelektualitas yang beretika, kematangan emosional dan sosial, serta kesadaran historis yang berpadu dengan visi masa depan. Dengan demikian, ia tidak hanya mampu menjaga nilai-nilai budaya, tetapi juga tampil sebagai pribadi yang adaptif dan visioner,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan pentingnya keunggulan dalam berkarya sebagai prasyarat menghadapi dinamika global. Profesionalitas, inovasi, daya saing, dan orientasi pada kebermanfaatan harus menjadi satu kesatuan dalam setiap karya yang dihasilkan.

“Keberhasilan tidak selalu diukur dari capaian besar, tetapi juga dari konsistensi dalam langkah-langkah kecil. Dari proses yang berkelanjutan itulah, kontribusi besar bagi peradaban dapat diwujudkan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro AUPKK, Dr. H. Muhammad Abdu, S.Pd.I., M.M, menegaskan pentingnya implementasi ilmu pengetahuan dalam kehidupan nyata. Ia menekankan bahwa ilmu yang diperoleh selama perkuliahan harus mampu menjawab kebutuhan dan tantangan masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa ekspektasi publik terhadap lulusan UIN STS Jambi relatif tinggi, khususnya dalam peran sebagai agen perubahan dan pemimpin di lingkungan sosial. Oleh karena itu, setiap lulusan dituntut untuk menjaga integritas serta nama baik almamater.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa dinamika dunia kerja tidak selalu sejalan dengan preferensi individu. Namun demikian, kemampuan adaptasi, fleksibilitas, dan ketahanan diri menjadi faktor kunci dalam menghadapi berbagai tantangan profesional.

Sebanyak 32 mahasiswa resmi dinyatakan lulus dalam Yudisium ke-26 ini. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh khidmat, disertai suasana haru dan kebanggaan yang dirasakan oleh para peserta maupun tamu undangan. Momentum ini menjadi tonggak awal bagi para lulusan untuk melangkah ke fase pengabdian dan kontribusi nyata di tengah masyarakat. (Red. Bujangdek)