Jambinews.id - Jambi - Suasana khidmat dan penuh optimisme tampak di Lantai 6 Gedung Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Jumat (29/5/2026). Pagi itu, sivitas akademika berkumpul dalam agenda penting Asesmen Lapangan Program Studi S1 Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN STS Jambi.
Kegiatan tersebut bukan sekadar proses penilaian administratif, tetapi menjadi momentum refleksi sekaligus ikhtiar bersama dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi Islam di Provinsi Jambi.
Hadir dalam kegiatan itu para wakil rektor, anggota senat universitas, pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, alumni, hingga mitra Program Studi MPI. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya dukungan terhadap pengembangan program studi yang menjadi salah satu prodi senior di lingkungan UIN STS Jambi.
Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., secara langsung membuka kegiatan asesmen lapangan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran dua asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), yakni Prof. Dr. Supadi, M.Pd., dari Universitas Negeri Jakarta dan Dr. Apud, S.Ag., M.Pd., dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
“Selamat datang kepada para asesor di UIN STS Jambi. Kehadiran bapak-bapak asesor menjadi bagian penting dalam proses penguatan mutu akademik di kampus ini,” ujar Prof. Kasful Anwar.
Di hadapan peserta yang hadir, Rektor juga mengulas perjalanan panjang UIN STS Jambi yang dahulu bernama IAIN STS Jambi dan diresmikan pada 3 September 1967. Setelah hampir lima dekade berdiri, institusi tersebut resmi bertransformasi menjadi UIN STS Jambi pada 19 Agustus 2017.
Transformasi itu, menurutnya, membawa perubahan besar dalam pengembangan kelembagaan dan akademik kampus.
“Alhamdulillah, UIN STS Jambi kini memiliki delapan fakultas dan satu program pascasarjana. Bahkan, kami telah memiliki Fakultas Kedokteran yang menjadi satu-satunya di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Sumatra,” jelasnya dengan penuh rasa syukur.
Bagi UIN STS Jambi, asesmen lapangan bukan hanya tentang mempertahankan nilai akreditasi, melainkan juga upaya menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan yang diberikan.
Semangat itu juga disampaikan Dekan FTK UIN STS Jambi, Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd. Dengan nada penuh harap, ia menyampaikan bahwa seluruh tim telah bekerja keras mempersiapkan asesmen tersebut selama berbulan-bulan.
“Mudah-mudahan seluruh proses akreditasi ini berjalan lancar. Program Studi MPI merupakan salah satu program studi yang cukup lama berdiri di UIN STS Jambi, sehingga kami memiliki tanggung jawab besar untuk terus berkembang,” katanya.
Menurutnya, proses akreditasi bukan hanya tentang penilaian, tetapi juga ruang belajar untuk terus memperbaiki diri.
“Kami tidak ingin mengatakan bahwa kami sudah hebat, tetapi kami terus bertekad untuk belajar. Berbagai masukan dari asesor tentu menjadi bekal penting bagi pengembangan Program Studi MPI ke depan,” ujarnya.
Ia berharap, lima tahun mendatang, berbagai catatan dan rekomendasi yang diberikan asesor pada asesmen kali ini telah berubah menjadi keunggulan baru bagi Program Studi MPI.
Sementara itu, Asesor I, Prof. Dr. Supadi, M.Pd., menegaskan bahwa esensi pendidikan tetap bermuara pada tujuan besar bangsa, yakni mencerdaskan kehidupan masyarakat.
“Mencerdaskan kehidupan bangsa, itu yang menjadi dasar kita,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa kualitas perguruan tinggi tidak cukup hanya dibangun melalui angka-angka administrasi, tetapi harus diperkuat dengan kualitas sumber daya manusia dan kompetensi yang nyata.
“Angka-angka bisa berubah kapan saja, tetapi kualitas dan kompetensi itu yang sulit dibangun. Maka, yang paling penting adalah bagaimana perguruan tinggi menyiapkan kualitas yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Menurutnya, konsistensi dalam menjalankan rekomendasi asesor sebelumnya juga menjadi indikator penting dalam penilaian akreditasi.
Senada dengan itu, Asesor II, Dr. Apud, S.Ag., M.Pd., menilai asesmen lapangan merupakan ruang untuk melihat arah pengembangan program studi secara menyeluruh.
“Tugas kami bukan hanya melakukan validasi data, tetapi juga melihat bagaimana strategi pengembangan ke depan. Dari situ nantinya akan lahir berbagai rekomendasi untuk penguatan program studi,” jelasnya.
Di tengah tantangan dunia pendidikan tinggi yang terus berkembang, asesmen lapangan menjadi pengingat bahwa kualitas tidak lahir secara instan. Ia dibangun melalui proses panjang, evaluasi berkelanjutan, dan kemauan untuk terus belajar.
Bagi Program Studi MPI UIN STS Jambi, asesmen ini bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan bagian dari perjalanan menuju kampus Islam yang semakin unggul, adaptif, dan kompetitif di masa depan.





