Sinta Nurya Raih Predikat Wisudawan Terbaik Pascasarjana UIN STS Jambi, Bukti Ketekunan Tak Pernah Mengkhianati Hasil


Jambinews.id - Pendidikan - Prestasi membanggakan kembali lahir dari lingkungan akademik. Pada momentum yudisium dan wisuda tahun 2026, Sinta Nurya, M.Pd. berhasil menorehkan capaian gemilang dengan meraih predikat Wisudawan Terbaik Pascasarjana sekaligus Lulusan Terbaik I Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) pada Yudisium Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang digelar pada 23 April 2026 di Hotel Rumah Kito.

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, kedisiplinan, dan ketekunan akan selalu menemukan jalannya menuju keberhasilan. Di tengah persaingan akademik yang ketat, Sinta mampu menunjukkan kualitas terbaiknya hingga menjadi salah satu lulusan paling berprestasi di tingkat Pascasarjana.

Yudisium yang diikuti oleh 100 peserta, terdiri dari 86 lulusan magister dan 14 lulusan doktor, menjadi momen istimewa ketika nama Sinta diumumkan sebagai lulusan terbaik. Namun, penghargaan itu bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari langkah yang lebih besar untuk terus berkarya dan memberi manfaat.

Prestasi tersebut kembali diperkuat pada pelaksanaan Wisuda Sarjana ke-71, Magister ke-44, dan Doktor ke-20 yang berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026 di Kampus II UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Dari total 910 wisudawan yang mengikuti prosesi wisuda, Sinta kembali mendapat kehormatan sebagai Wisudawan Berprestasi jenjang Magister.

Di balik pencapaian itu, tersimpan kisah perjuangan yang penuh dedikasi. Menempuh pendidikan magister sambil bekerja bukanlah perkara mudah. Hari-harinya diisi dengan rutinitas yang padat, berangkat sejak pagi dan pulang hingga malam, sembari menuntaskan tanggung jawab pekerjaan, tugas perkuliahan, serta penelitian akademik.

Bagi Sinta, pendidikan pascasarjana bukan hanya tentang memperoleh gelar, melainkan perjalanan panjang untuk membentuk karakter, mengasah kemampuan, dan mengenal potensi diri secara lebih mendalam.

“Perjalanan S2 ini bukan sekadar tentang gelar, tetapi tentang proses mengenal diri sendiri lebih dalam. Kuliah sambil bekerja mengajarkan saya arti manajemen waktu, ketekunan, dan kemampuan untuk tetap bertahan meskipun rasa lelah dan keraguan datang silih berganti,” ungkapnya.

Ia meyakini bahwa keberhasilan bukan ditentukan oleh siapa yang paling cepat mencapai garis akhir, melainkan oleh mereka yang mampu bertahan dan terus melangkah ketika tantangan datang menghadang.

“S2 bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi tentang siapa yang paling sabar, konsisten, dan tidak pernah berhenti di tengah perjalanan. Selama terus melangkah, setiap usaha akan menemukan hasil terbaiknya,” ujarnya.

Capaian yang diraih Sinta menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya para mahasiswa dan pekerja yang tengah berjuang menyeimbangkan pendidikan, karier, dan kehidupan pribadi. Kisahnya membuktikan bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang untuk meraih prestasi, selama ada komitmen, disiplin, dan semangat untuk terus belajar.

Dengan penuh rasa syukur, Sinta mempersembahkan pencapaian tersebut kepada kedua orang tua dan keluarga tercinta yang selama ini menjadi sumber doa, dukungan, dan motivasi terbesar dalam hidupnya.

“Alhamdulillah, pencapaian ini saya persembahkan untuk kedua orang tua dan keluarga yang selalu mendukung setiap langkah saya. Semoga ini menjadi awal dari perjalanan yang lebih besar, penuh manfaat, dan membawa keberkahan bagi banyak orang,” tutup Sinta Nurya, M.Pd.

Prestasi Sinta Nurya menjadi pengingat bahwa kesuksesan tidak lahir dari kemudahan, melainkan dari keberanian untuk terus melangkah, kesabaran dalam berproses, dan keyakinan bahwa setiap perjuangan yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan berbuah hasil yang membanggakan.