ARSITEKTUR & PERADABAN : Makna Kehadiran Prodi Arsitektur di UIN STS Jambi



Oleh; Dr. Pahmi, Sy, S.Ag, M.Si (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan)


Jambinews.id | Opini - Peradaban besar dunia dicirikan hadirnya kota-kota besar sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan kebudayaan. Mampu menghasilkan karya arsitektur monumental seperti piramida, candi, kuil, istana, masjid, benteng, menara dan karya arsitektur lainnya. Disamping itu peradaban besar memiliki sistem pemerintahan dan hukum yang teratur. Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan. Memiliki sistem tulisan dan tradisi literasi. Maju dalam bidang ekonomi dan perdagangan. Memiliki identitas budaya yang kuat. Menghasilkan karya seni dan sastra yang bernilai tinggi. Memiliki kemampuan mengelola lingkungan dan sumber daya alam. Memberikan pengaruh terhadap peradaban lain. Hal ini membuktikan bahwa sebuah peradaban akan terwujud apabila hasil karya para ilmuan dan arsitekturnya hadir di negeri tersebut. Sebuah Karya Arsitektur yang baik ia akan mampu melintasi zaman meskipun pernah memasuki zaman kegelapan.


Kehadiran Prodi Arsitektur di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang baru berusia 3 tahun memiliki makna penting bagi civitas akademika dan masyarakat Jambi, sebab kebutuhan para arsitek yang berwasaan keagamaan, khususnya Islam dan lokalitas khas Jambi serta kebutuhan pembangunan memiliki peluang yang besar. Peluang yang demikian harus disambut dan dikerjakan dengan baik, yang akhirnya dapat menghadirkan prodi dan lulusan/alumni yang berkelas dan menjadi rujukan masyrakat Jambi, nasional dan bukan tidak mungkin berkelas internasional.


Untuk itu Asesmen Lapangan Prodi Arsitektur untuk menilai dan memperkokoh kehadiran prodi dilakukan pada jum at 26 Juni 2026 uamh dihadiri langsung oleh para asesor dari BAN PT, 1) Dr. Rahadhian Prajudi Herwindo, S.T., M.T. dari Universitas Parahyangan atau UNPAR 2). Dr. Eng. Ir. Muhammad Sani Roychansyah, S.T., M. Eng. Dari UGM 3). Supratmi BAN PT, Kehiadiran para asesor menjadi penting untuk dimanfaatkan keilmuan, pengalam mereka, sehingga masukan yang diberikan menjadi bekal untuk membangun pengembangan prodi arsitektur di masa yang akan datang.


Kehadiran Program Studi Arsitektur di UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi bukan sekadar menambah pilihan program studi, tetapi menjadi simbol lahirnya paradigma baru pendidikan tinggi Islam yang mengintegrasikan sains, teknologi, seni, dan nilai-nilai keislaman. Prodi ini hadir untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah sekaligus melahirkan arsitek yang memiliki kompetensi profesional, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap lingkungan.


Arsitektur UIN STS Jambi hadir di tengah pesatnya pembangunan di Provinsi Jambi, kebutuhan akan tenaga arsitek yang memahami karakter lokal semakin besar. Jambi memiliki kekayaan budaya, rumah adat, masjid bersejarah, hingga bentang alam yang memerlukan pendekatan


perancangan yang menghargai identitas daerah. Karena itu, Prodi Arsitektur UIN STS Jambi memiliki peran strategis dalam melahirkan gagasan-gagasan desain yang modern, tetapi tetap berakar pada kearifan lokal dan prinsip keberlanjutan.


Adalah Y.B. Mangunwijaya seorang budayawan, novelis, aktivis dan juga arsitek Indoensia yang akarab dipanggil Romo Mangun menekankan bahwa: "Arsitektur adalah ruang kehidupan manusia." Pemikirannya menempatkan arsitektur sebagai sarana memuliakan manusia, budaya, dan lingkungan, bukan sekadar membangun gedung.


Begitu juga dengan para arsitek muslim dunia seperti Hassan Fathy yang berasal dari Mesir lahir 1900 adalah salah satu arsitek Muslim paling berpengaruh di dunia. Gagasannya:


"Bangunlah untuk manusia, bukan untuk kemegahan." la menekankan penggunaan material lokal, teknologi tradisional, dan desain yang sesuai dengan iklim serta budaya masyarakat. Ilmuan Islam lainnya dari Iran Nader Ardalan (1939) Penulis buku The Sense of Unity. Gagasannya: Arsitektur Islam adalah ekspresi kesatuan antara dimensi spiritual, budaya, dan lingkungan. Keindahan bangunan lahir dari keseimbangan antara fungsi, simbol, dan nilai ketuhanan.


Lebih dari itu pandangan para ahli diatas, memberikan wawasan sebagai bagian dari universitas Islam, pendidikan arsitektur di UIN STS Jambi mengandung dimensi etik dan spiritual. Mahasiswa tidak hanya dididik untuk menghasilkan bangunan yang indah dan kokoh, tetapi juga merancang ruang yang memberi manfaat, menjaga kelestarian alam, serta mencerminkan nilai- nilai kemanusiaan dan keadilan. Dalam perspektif Islam, membangun merupakan bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi yang bertugas memakmurkan kehidupan tanpa merusak lingkungan.


Komitmen tersebut tampak dari berbagai kegiatan akademik yang menghubungkan mahasiswa dengan dunia profesi, seperti kerja sama dengan organisasi profesi arsitek, kuliah lapangan, eksplorasi arsitektur lokal, serta pengembangan inovasi berbasis keberlanjutan. Langkah ini menunjukkan bahwa Prodi Arsitektur UIN STS Jambi tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pada penguatan kompetensi praktis dan pengabdian kepada masyarakat.


Pada akhirnya, makna kehadiran Prodi Arsitektur di UIN STS Jambi adalah menghadirkan harapan baru bagi pembangunan Jambi dan Indonesia. Prodi ini diharapkan menjadi pusat lahirnya arsitek-arsitek muda yang kreatif, berintegritas, berwawasan lingkungan, serta mampu memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, dan nilai-nilai Islam dalam setiap karya yang dihasilkan. Dengan demikian, setiap bangunan yang dirancang bukan hanya memenuhi fungsi fisik, tetapi juga menjadi warisan peradaban yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.


Kehadiran Prodi Arsitektur di UIN STS Jambi memiliki peran strategis dalam membangun peradaban Jambi masa depan. Arsitektur bukan sekadar merancang bangunan, tetapi juga menjaga identitas budaya, melestarikan warisan sejarah seperti Kompleks Percandian Muaro Jambi, menghadirkan ruang yang ramah lingkungan, serta menciptakan karya yang mencerminkan nilai-nilai Islam, kemelayuan, dan kemajuan teknologi. Dengan demikian,


arsitektur menjadi salah satu pilar penting dalam membangun peradaban yang maju tanpa kehilangan akar budaya lokal.