Jambinews.id - Pendidikan - Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, H. Arfan, M.Sos.Sc., Ph.D, Apresiasi Inovasi Mahasiswa dalam Analisis Data Perkebunan Sawit Provinsi Jambi pada sa'at melakukan kunjungan bersama jajaran pengelola Program Studi Sistem Informasi ke Yayasan Setara Jambi untuk mendengarkan presentasi hasil riset mahasiswa magang terkait analisis luas areal perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi menggunakan pendekatan data mining.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari monitoring pelaksanaan magang mahasiswa sekaligus bentuk dukungan Fakultas Sains dan Teknologi terhadap pengembangan riset terapan berbasis data. Dalam presentasi yang disampaikan, mahasiswa memanfaatkan data publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi periode 2018–2025 untuk mengidentifikasi tren pertumbuhan, pola persebaran wilayah, serta anomali data perkebunan kelapa sawit melalui metode data mining.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas areal perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan selama tujuh tahun terakhir. Pada tahun 2018, luas areal tercatat sekitar 1,03 juta hektare dan meningkat menjadi sekitar 1,19 juta hektare pada tahun 2025. Kenaikan sekitar 15,5 persen tersebut menunjukkan bahwa sektor perkebunan kelapa sawit masih memegang peranan penting dalam mendukung perekonomian daerah.
Dari hasil analisis yang dilakukan, Kabupaten Muaro Jambi tercatat sebagai daerah dengan luas areal perkebunan kelapa sawit terbesar di Provinsi Jambi. Sementara itu, Kabupaten Kerinci memiliki luas areal terkecil yang dipengaruhi oleh kondisi geografis wilayah. Penelitian juga menemukan adanya fluktuasi data pada beberapa kabupaten yang memerlukan kajian lebih mendalam untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhinya.
Melalui penerapan data mining, mahasiswa berhasil mengidentifikasi bahwa penurunan luas areal yang terjadi pada tahun 2021 di sejumlah daerah bukan merupakan penurunan permanen. Analisis menunjukkan kondisi tersebut berkaitan dengan pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), di mana lahan yang sedang menjalani proses replanting sementara tercatat sebagai tanaman belum menghasilkan. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemanfaatan teknologi analisis data dalam menghasilkan informasi yang lebih akurat dan kontekstual.
H. Arfan, M.Sos.Sc., Ph.D mengapresiasi capaian mahasiswa yang mampu menerapkan ilmu Sistem Informasi pada data riil yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan daerah. Menurutnya, kemampuan mengolah dan menganalisis data menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki lulusan Sistem Informasi untuk menjawab tantangan era digital yang semakin berkembang.
Ia menegaskan bahwa Fakultas Sains dan Teknologi UIN STS Jambi akan terus mendorong budaya akademik yang berbasis riset dan pemanfaatan data. Kolaborasi antara Program Studi Sistem Informasi dan Yayasan Setara Jambi diharapkan mampu menghasilkan berbagai penelitian aplikatif yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat dalam mendukung pembangunan yang lebih efektif dan berbasis bukti.
Ke depan, penelitian serupa diharapkan dapat dikembangkan dengan menambahkan variabel produktivitas, aspek sosial ekonomi, serta integrasi sistem pendukung keputusan. Dengan demikian, kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi informasi bagi pembangunan daerah akan semakin nyata dan berkelanjutan.
