Jambinews.id | Pendidikan - Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi memperkuat sinergi dengan Balai POM di Jambi melalui penyelenggaraan kuliah umum bertempat di Aula FUSA Lantai 1, UIN STS Jambi pada Kamis (11/6/2026).
Kegiatan tersebut Mengusung tema “Kimia Pengawasan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan”, dengan menghadirkan Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya Balai POM di Jambi, Armeiny Romita, S.Si., Apt., M.M., sebagai narasumber utama. Di hadapan dosen, mahasiswa, serta sejumlah pengelola laboratorium, ia memaparkan berbagai aspek penting dalam pengawasan obat dan makanan yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Dalam paparannya, Armeiny Romita, S.Si., Apt., M.M., menjelaskan bahwa pengawasan tidak hanya berfokus pada produk yang telah beredar di pasaran, tetapi juga mencakup proses registrasi, pemenuhan standar keamanan dan mutu, hingga pengawasan pascaedar. Menurutnya, peran BPOM menjadi semakin strategis seiring meningkatnya inovasi produk berbasis sains dan teknologi yang membutuhkan jaminan kualitas sebelum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN STS Jambi, H. Arfan, S.Th.I., M.Soc.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya membangun sinergi antara dunia akademik dan lembaga pengawas guna mendukung pengembangan produk-produk inovatif hasil riset perguruan tinggi.
“Kolaborasi dengan BPOM menjadi langkah penting agar produk-produk yang lahir dari penelitian mahasiswa dan sivitas akademika tidak hanya unggul dari sisi inovasi, tetapi juga memenuhi aspek keamanan, legalitas, dan standar pengawasan yang berlaku,” ujarnya.
H. Arfan, S.Th.I., M.Soc.Sc., Ph.D. berharap hasil-hasil penelitian mahasiswa Program Studi Kimia maupun program studi lainnya di lingkungan FST dapat terus berkembang dan memperoleh pendampingan yang memadai. Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan tidak berhenti di laboratorium, tetapi memiliki peluang lebih besar untuk dikembangkan dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
Suasana kuliah umum berlangsung dinamis sejak awal hingga akhir kegiatan. Berbagai pertanyaan diajukan peserta terkait mekanisme registrasi produk, standar mutu yang harus dipenuhi pelaku industri, hingga tantangan pengawasan di tengah kemajuan teknologi yang semakin cepat. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya minat terhadap isu pengawasan obat dan makanan yang kini menjadi bagian penting dalam pengembangan produk berbasis sains.
Tidak hanya mahasiswa, para dosen dan pengelola laboratorium juga aktif terlibat dalam diskusi. Pertukaran gagasan yang berlangsung hangat membuka ruang dialog mengenai peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan BPOM, khususnya dalam mendukung lahirnya produk-produk inovatif yang aman, bermutu, dan berdaya saing.
Kehadiran berbagai unsur akademik dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran kuat bahwa pemahaman mengenai regulasi dan pengawasan produk kini semakin dibutuhkan di lingkungan perguruan tinggi. Bagi mahasiswa, pengetahuan tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia kerja sekaligus memahami proses panjang yang harus dilalui sebuah produk sebelum dapat diterima oleh masyarakat.
Melalui kuliah umum ini, Program Studi Kimia FST UIN STS Jambi tidak hanya menghadirkan ruang pembelajaran di luar kelas, tetapi juga menjembatani mahasiswa dengan praktik profesional di lapangan. Harapannya, wawasan yang diperoleh dapat memperkuat kompetensi lulusan dalam mengembangkan produk berbasis sains yang inovatif, aman, dan sesuai dengan standar yang berlaku di masa depan.
Source : FST UIN Jambi
Red : Bujangdek, M. Kom

