Jambinews.id - Kualitas pelayanan publik masih menjadi tantangan di berbagai sektor. Proses yang lamban, prosedur yang berbelit-belit, birokrasi yang panjang, bahkan praktik-praktik yang mengarah pada penyalahgunaan kewenangan, sering kali menimbulkan rasa apatis dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi pelayanan. Tantangan tersebut tidak terkecuali dapat muncul dalam lingkungan perguruan tinggi apabila tidak diantisipasi melalui peningkatan kompetensi dan penguatan budaya pelayanan.
Atas dasar itu, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi terus berupaya membangun budaya layanan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan pengguna layanan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menyelenggarakan Pelatihan Pelayanan Prima bagi 90 tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan kampus. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Rivana Upitasari, S.E., M.M. dari Balai Diklat Keagamaan Padang untuk memperkuat pengetahuan, keterampilan, serta komitmen tendik dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., menegaskan bahwa pelayanan tidak boleh bersifat diskriminatif atau “tebang pilih”. Setiap pengguna layanan, khususnya mahasiswa, berhak memperoleh pelayanan yang sama, adil, cepat, dan berkualitas. Pelayanan yang baik juga harus dibangun melalui sikap yang mencerminkan nilai-nilai akhlak mulia, seperti keramahan, kesantunan, senyum, dan sapaan yang menumbuhkan kenyamanan bagi penerima layanan.
Di era transformasi digital saat ini, kualitas pelayanan menjadi salah satu indikator penting kemajuan sebuah perguruan tinggi. Tenaga kependidikan memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam penyelenggaraan layanan administrasi, akademik, keuangan, kemahasiswaan, dan berbagai layanan pendukung lainnya. Karena itu, penguatan layanan prima berbasis digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus diwujudkan secara berkelanjutan.
Transformasi digital memberikan peluang besar bagi perguruan tinggi untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, transparan, efektif, dan mudah diakses. Sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang terus berkembang, UIN STS Jambi dituntut mampu menjawab kebutuhan sivitas akademika melalui pemanfaatan teknologi informasi. Penggunaan sistem informasi akademik, layanan persuratan digital, arsip elektronik, hingga berbagai aplikasi layanan terpadu merupakan bagian dari upaya modernisasi tata kelola kampus yang profesional dan akuntabel.
Namun demikian, layanan prima berbasis digital tidak semata-mata berbicara tentang teknologi. Yang lebih penting adalah perubahan pola pikir dan budaya kerja. Tenaga kependidikan harus terus meningkatkan kompetensi digital, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap menjunjung tinggi integritas, akuntabilitas, dan orientasi pelayanan dalam setiap tugas yang dijalankan.
Dengan dukungan sistem yang terintegrasi, berbagai proses administrasi dapat diselesaikan secara lebih efisien. Waktu pelayanan menjadi lebih singkat, proses lebih transparan, dan kualitas layanan semakin meningkat. Pada akhirnya, keberhasilan mewujudkan layanan prima berbasis digital tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada komitmen bersama seluruh unsur kampus pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan untuk membangun ekosistem pelayanan yang profesional, responsif, dan berintegritas.
Jika komitmen tersebut terus dijaga dan diperkuat, maka UIN STS Jambi tidak hanya akan menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi institusi yang mampu menghadirkan pelayanan publik yang modern, humanis, dan berkelas.
Versi ini sudah disesuaikan dengan karakter tulisan opini media, dengan struktur yang lebih kuat, argumentatif, dan memiliki penutup yang memberikan perspektif ke depan.
