Oleh : Dr. Pahmi,Sy, S.Ag, M.Si (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan Keuangan)
Jambinews.id | Teknologi - "Digitalisasi yang baik mempercepat layanan, meningkatkan transparansi, dan memperkuat akuntabilitas. Terkait dengan itu tepatnya, Rabu, 8 Juli 2026 Wakil Rektor bidang Akademik dan Kelembagaan UIN STS Jambi Dr. H. Ayub Mursalin,S.Ag.,MA memberi arahan dan membuka kegiatan Launching dan Pelatihan Aplikasi SIGMA (Sistim Informasi Giat Mahasiswa) dan SUTHA STUDENT bertempat Amphiteater lantai 4 gedung rektorat. Perkenalan dan pemahaman yang sama civitas akademika, dosen tendik dan mahasiswa terhadap berbagai aplikasi yang di kelola UPTD (Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data) pimpinan Titin Agustin Ningsih, S.Si, M.Si, Ph.D.
Kegiatan Pelatihan SIGMA dan SUTHA STUDENT bertujuan untuk memudahkan pengelolaan berbagai aktivitas kegiatan mahasiswa, melalui aplikasi ini proses pencatatan, pelaporan, hingga monitoring kegiatan mahasiswa dapat dilakukan dengan secara digital. Penguasaan para pengelola kampus akan berbagai aplikasi akan mempercepat proses digitalisasi kampus, sehingga jejaring teknologi ini akan membantu dan mempercepat civitas akademika menuju kampus berkelas internasional.
Perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah pendidikan tinggi. Kampus tidak lagi dibatasi oleh ruang kuliah dan gedung-gedung perkuliahan, tetapi juga hadir di dunia maya melalui sistem informasi akademik, pembelajaran daring, perpustakaan digital, media sosial, hingga berbagai layanan administrasi berbasis teknologi. Digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan mutu layanan, efektivitas tata kelola, dan daya saing perguruan tinggi.
Bagi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, penguatan digitalisasi merupakan bagian penting dalam mewujudkan kampus yang unggul, modern, dan berdaya saing global. Dunia maya harus dipandang sebagai ruang baru untuk menyebarkan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, budaya Melayu Jambi, serta inovasi akademik kepada masyarakat luas. Dengan demikian, kehadiran kampus tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga melalui jejak digital yang produktif dan bermanfaat.
Digitalisasi kampus mencakup berbagai aspek, mulai dari layanan akademik yang cepat dan transparan, pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS), pengelolaan arsip dan perpustakaan digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara bijaksana dalam pendidikan dan penelitian. Semua ini harus didukung oleh peningkatan literasi digital dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa agar teknologi benar-benar menjadi sarana peningkatan kualitas, bukan sekadar gaya hidup.
Lebih dari itu, dunia maya adalah wajah baru sebuah perguruan tinggi. Reputasi kampus pada era digital dibangun melalui kualitas informasi, inovasi, keterbukaan layanan, serta kontribusi ilmiah yang mudah diakses masyarakat. Karena itu, setiap sivitas akademika UIN STS Jambi memiliki tanggung jawab menjadi duta digital kampus dengan menyebarkan informasi yang benar, membangun budaya akademik yang santun, dan menghasilkan karya yang memberi manfaat bagi umat.
Akhirnya, menguatkan digitalisasi Kampus UIN STS Jambi bukan hanya soal membangun infrastruktur teknologi, tetapi juga membangun budaya digital yang berlandaskan integritas, profesionalisme, dan nilai-nilai Islam serta kearifan lokal Melayu. Kampus yang mampu menguasai dunia maya adalah kampus yang siap menghadapi masa depan, melahirkan lulusan adaptif, inovatif, dan tetap berakar pada akhlak mulia. Dari Jambi untuk Indonesia, UIN STS Jambi dapat menjadi pelopor transformasi digital yang memadukan ilmu, teknologi, dan nilai-nilai keislaman dalam satu ekosistem kampus yang unggul.
