Jambinews.id | Jakarta - Di tengah hiruk-pikuk diplomasi dan perayaan hubungan persahabatan antarnegara, sebuah pesan tentang pentingnya kolaborasi mengemuka dari Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu (19/8/2026) malam.
Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menghadiri resepsi kenegaraan memperingati Hari Nasional Singapura ke-61 yang digelar Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, bersama Permanent Representative of Singapore to ASEAN, Gerard Ho.
Kehadiran Maulana bukan sekadar memenuhi undangan diplomatik. Bagi Pemerintah Kota Jambi, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sekaligus membuka peluang baru bagi kerja sama yang selama ini telah memberikan manfaat bagi daerah.
Salah satu bidang yang mendapat perhatian adalah peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN).
Dari Hubungan Diplomatik Menjadi Manfaat bagi Aparatur
Bagi Maulana, hubungan dengan Singapura memiliki arti yang lebih jauh daripada sekadar hubungan antarpemerintah.
Kerja sama yang terbangun telah membuka kesempatan bagi aparatur Pemerintah Kota Jambi untuk belajar, mengikuti pelatihan, serta meningkatkan kompetensi.
“Melalui kegiatan ini banyak ASN kita yang dilatih dan ditingkatkan kemampuannya. Selain itu, masih banyak pelatihan lainnya yang telah kita ikuti,” ujar Maulana.
Peningkatan kapasitas tersebut menjadi investasi penting bagi pemerintahan daerah. Sebab, kualitas pelayanan publik pada akhirnya sangat bergantung pada kemampuan aparatur yang berada di baliknya.
Semakin baik kompetensi ASN, semakin besar pula peluang pemerintah menghadirkan pelayanan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
September, Peluang Kerja Sama Baru
Kerja sama tersebut pun diproyeksikan terus berlanjut.
Maulana mengungkapkan, Pemerintah Kota Jambi kembali memiliki peluang memperoleh program pelatihan sekaligus dukungan peralatan pada September mendatang.
“Insyaallah pada bulan September ini kita akan mendapatkan pelatihan dan bantuan drone. Ini tentu menjadi bagian dari kerja sama yang terus kita bangun,” katanya.
Rencana tersebut menunjukkan bagaimana hubungan antarpemerintah dapat diterjemahkan menjadi program yang lebih konkret.
Teknologi drone, misalnya, dapat menjadi salah satu instrumen pendukung bagi pemerintah daerah dalam memperoleh data visual dan informasi lapangan untuk berbagai kebutuhan, sesuai dengan pemanfaatannya dalam tata kelola pemerintahan.
Bagi Kota Jambi, transfer pengetahuan dan teknologi semacam itu diharapkan tidak berhenti pada penerimaan perangkat, tetapi diikuti peningkatan kemampuan sumber daya manusia yang mengoperasikan dan memanfaatkannya.
Diplomasi yang Menyentuh Pelayanan Publik
Hubungan antara Indonesia dan Singapura selama ini memiliki spektrum kerja sama yang luas. Dalam konteks pemerintah daerah, hubungan tersebut dapat menjadi ruang untuk bertukar pengalaman mengenai bagaimana sebuah pemerintahan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Maulana melihat kolaborasi sebagai pintu masuk untuk melahirkan inovasi baru.
“Kami berharap dengan kolaborasi yang kuat ini dapat memberikan manfaat bagi keduanya, baik Singapura maupun Kota Jambi,” pungkasnya.
Harapan tersebut memperlihatkan arah kerja sama yang ingin dibangun Pemerintah Kota Jambi: hubungan yang tidak berhenti pada seremoni, tetapi menghasilkan pengetahuan, keterampilan, inovasi dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Dari Singapura, Belajar Melangkah Lebih Jauh
Peringatan Hari Nasional Singapura ke-61 pada 2026 menjadi momentum bagi kedua negara untuk kembali merawat hubungan yang telah terjalin erat.
Tahun ini, Singapura mengusung tema “Majulah Singapura, Go Beyond!”, sebuah semangat untuk terus bergerak maju, menghadapi tantangan dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
Bagi Kota Jambi, semangat tersebut menemukan relevansinya dalam upaya membangun pemerintahan yang semakin terbuka terhadap pengetahuan dan pengalaman dari luar.
Kehadiran Maulana di Jakarta malam itu menjadi bagian kecil dari proses panjang tersebut. Dari ruang diplomasi, kerja sama kemudian diarahkan menuju ruang yang lebih dekat dengan masyarakat: peningkatan kualitas aparatur, pemanfaatan teknologi dan penguatan pelayanan publik.
Pada akhirnya, hubungan baik antarpemerintah tidak hanya diukur dari seberapa sering pertemuan berlangsung, tetapi dari seberapa jauh kerja sama mampu menghasilkan perubahan.
Dan bagi Kota Jambi, perubahan itu diharapkan dimulai dari aparatur yang semakin kompeten, pemerintahan yang semakin inovatif, serta pelayanan publik yang semakin baik.
