Harga Daging Ayam Naik di Jambi 6 Agustus 2026, Cabai Rawit Tembus Rp54 Ribu per Kilogram

Jambinews.id | Ekonomi - Harga sejumlah komoditas pangan di Provinsi Jambi mengalami perubahan pada Kamis, 6 Agustus 2026. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan yang dipublikasikan melalui Databoks Katadata, harga daging ayam ras, cabai rawit merah, dan bawang merah mengalami kenaikan. Sementara itu, harga cabai merah keriting, cabai merah besar, dan beras premium tercatat mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya.

Data menunjukkan, dari 16 komoditas pangan yang dipantau, tiga komoditas mengalami kenaikan harga, tiga komoditas mengalami penurunan, sedangkan 10 komoditas lainnya relatif stabil.

Kenaikan harga tertinggi terjadi pada cabai rawit merah yang naik 2,31 persen menjadi Rp54.093 per kilogram. Selanjutnya, harga daging ayam ras meningkat 0,15 persen menjadi Rp40.970 per kilogram, sedangkan bawang merah naik tipis 0,10 persen menjadi Rp29.091 per kilogram.

Di sisi lain, harga cabai merah keriting turun 1,69 persen menjadi Rp39.220 per kilogram. Harga cabai merah besar juga mengalami penurunan sebesar 1,46 persen menjadi Rp38.667 per kilogram. Selain itu, harga beras premium tercatat lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya.

Adapun sejumlah komoditas lainnya masih berada pada tingkat harga yang relatif stabil, di antaranya daging sapi paha belakang, bawang putih honan, telur ayam ras, gula konsumsi, minyak goreng premium, minyak goreng sederhana, tepung terigu, kedelai impor, dan beberapa komoditas pangan pokok lainnya.

Pergerakan harga pangan tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga stabilitas inflasi daerah serta daya beli masyarakat. Pemerintah melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) terus melakukan pemantauan harga secara berkala guna memastikan ketersediaan pasokan dan mengantisipasi gejolak harga di berbagai daerah, termasuk Provinsi Jambi.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok, terutama komoditas hortikultura yang cenderung mengalami fluktuasi akibat faktor cuaca, distribusi, maupun pasokan dari daerah sentra produksi.

Sumber: Databoks Katadata berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan.