Jambinews.id | Jombang Jawa Timur - Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Provinsi Jambi menghadiri salah satu side event Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) bekerja sama dengan PC ISNU Jombang dan Universitas Hasyim Asy’ari.
Kegiatan perdana ISNU tersebut berlangsung di Gedung PKK Kabupaten Jombang, Rabu (26/8/2026), dengan agenda Pelatihan Fotografi dan Videografi bertajuk “Imaji Sarjana Festival”.
Sebanyak sembilan pengurus PW ISNU Provinsi Jambi hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai institusi, yakni dua orang dari Universitas Jambi (Unja), empat orang dari UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, satu orang dari IAIN Kerinci, serta dua orang dari Kementerian Agama Kabupaten Tebo.
Ketua PW ISNU Jambi, Prof. Elita Rahmi, MH, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia hadir bersama Sekretaris Umum PW ISNU Jambi, H. ARFAN, S.TH.I., M.SOC.SC., Ph. D, dan menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi para peserta, khususnya melalui pengalaman dan wawasan yang dibagikan para narasumber.
Menurut Prof. Elita, kegiatan semacam ini menjadi ruang penting bagi kader dan sarjana NU untuk meningkatkan kapasitas, khususnya dalam menghadapi perkembangan komunikasi dan teknologi digital yang semakin pesat.
Sementara itu, Sekretaris Umum PW ISNU Provinsi Jambi sekaligus Dekan FST UIN STS Jambi, H. ARFAN, S.TH.I., M.SOC.SC., Ph. D, menyampaikan apresiasinya terhadap materi dan para narasumber yang dihadirkan.
Ia menyoroti sosok Fahmi Adimara, S.Km., M.KKK, sebagai salah satu narasumber yang memiliki latar belakang pesantren sekaligus pengalaman profesional yang telah berkembang hingga tingkat global.
“Fahmi Adimara, S.Km., M.KKK adalah sosok narasumber yang alumni pondok pesantren dan sudah mengglobal. Ini menjadi bukti bahwa di abad kedua NU, seorang santri adalah sekaligus digital native, setara dengan warga global,” ujar H. ARFAN, S.TH.I., M.SOC.SC., Ph. D.
Fahmi Adimara, S.Km., M.KKK memberikan materi mengenai Photography, Mobile Photography & Visual Storytelling. Sementara pemateri kedua, Ryan Guty, menyampaikan materi Cinematic Videography & Editing dengan menggunakan aplikasi CapCut dan Premiere Pro.
Menurut H. ARFAN, S.TH.I., M.SOC.SC., Ph. D, kemampuan menguasai teknologi digital menjadi bagian penting dari penguatan kapasitas sarjana dan kader NU. Perkembangan teknologi, khususnya media visual dan media sosial, membuka ruang yang semakin luas bagi generasi muda NU untuk menyampaikan gagasan, pengetahuan, serta nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
ISNU Meriahkan Muktamar NU ke-35
Ketua PC ISNU Jombang, Dr. H. Abdullah Aminuddin Aziz, M.Pd.I., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menyemarakkan Muktamar NU ke-35 yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
“Acara ini menyemarakkan Muktamar ke-35 NU di PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Acara ini merupakan kegiatan pelatihan sekaligus lomba, ISNU full mengadakan acara,” katanya.
Ia menambahkan, ISNU memiliki kekuatan sumber daya manusia yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, birokrat hingga kalangan profesional. Potensi tersebut, menurutnya, dapat menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi dengan berbagai lembaga, termasuk pesantren dan perguruan tinggi.
“Di tubuh ISNU ada akademisi, birokrat dan profesional. Ada pesantren, ada potensi kerja sama perguruan tinggi, pesantren dengan ISNU,” ujarnya.
Dakwah NU Harus Relevan dengan Perkembangan zaman
Pandangan senada disampaikan PW ISNU Jawa Timur, Prof. Dr. H. M. Afif Hasbullah, S.H., M.Hum. Ia menggambarkan kehadiran ISNU dalam rangkaian Muktamar NU sebagai “romli” atau rombongan lintas inspirasi, lintas ide, dan literasi.
“ISNU ini merupakan romli di Muktamar, tapi bukan rombongan liar, tapi rombongan lintas inspirasi, lintas ide, dan literasi,” ungkapnya.
Prof. Dr. H. M. Afif Hasbullah, S.H., M.Hum. juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan tradisi keilmuan dan sanad dalam tubuh NU di tengah kemajuan teknologi.
“Di NU, kiainya di mana, muridnya mengikuti. Itulah kesanadan yang dijaga oleh NU,” katanya.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan tidak boleh membuat warga NU meninggalkan infrastruktur budaya dan tradisi yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan NU.
“Kita punya infrastruktur budaya dan tradisi. Kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan saja, kita harus mempertahankan kesanadan yang ada,” tegasnya.
Ia juga menilai pola dakwah pada era digital memiliki karakter yang berbeda dengan masa lalu. Perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi menuntut strategi dakwah yang lebih adaptif dan relevan.
“Dakwah saat ini tidak sama dengan dakwah pada zaman dulu. Sekarang orang-orang lebih banyak melihat media sosial, YouTube, TikTok, Instagram dan lain sebagainya. Jadi kita berdakwah sesuai dan relevan dengan kondisi kita saat ini,” jelasnya.
Kehadiran PW ISNU Jambi dalam Imaji Sarjana Festival sekaligus menjadi momentum memperkuat jejaring antarsarjana NU lintas daerah. Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan tradisi keilmuan, kapasitas profesional, dan penguasaan teknologi digital dapat berjalan beriringan sebagai bagian dari kontribusi ISNU dalam memasuki abad kedua Nahdlatul Ulama.M


