Jambinews.id | Muaro Jambi - Di tengah aktivitas warga Desa Tantan, Selasa (8/9/2026), perhatian tertuju pada sebuah kegiatan yang sederhana namun memiliki arti penting: pemeriksaan kesehatan gratis.
Bukan sekadar pemeriksaan, kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Puskesmas Tantan menjadi ruang bagi masyarakat untuk lebih dekat dengan layanan kesehatan. Bagi Kepala Desa Tantan, Mashur, S.Pd., kehadiran pelayanan tersebut merupakan bentuk nyata perhatian terhadap kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Mashur menyambut baik pelaksanaan CKG tersebut. Ia menilai, pelayanan kesehatan yang hadir langsung di tengah masyarakat memberikan kemudahan bagi warga untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka tanpa harus menunggu sampai mengalami keluhan yang lebih serius.
“Atas nama Pemerintah Desa Tantan beserta masyarakat Desa Tantan, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Puskesmas Tantan yang mengadakan CKG di Desa Tantan. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Mashur, S.Pd.
Bagi Mashur, kesehatan bukan hanya persoalan ketika seseorang jatuh sakit. Kesadaran untuk memeriksakan diri, mengetahui kondisi tubuh, serta melakukan pencegahan sejak dini merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, ia berharap kegiatan seperti CKG tidak berhenti sebagai agenda pelayanan sesaat. Kehadiran tenaga kesehatan di desa diharapkan dapat terus membangun kebiasaan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga.
Dari Desa Tantan, pesan tersebut menemukan bentuknya melalui pelayanan yang diberikan Puskesmas Tantan. Kepala Puskesmas Tantan, Ns. Hodijah, S.Kep., mengatakan kegiatan CKG pada Selasa tersebut dilaksanakan di dua lokus, yakni Desa Tantan dan Desa Rantau Majo.
Sebanyak 100 orang menjadi sasaran dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah dalam kegiatan ini dapat sasaran sebanyak 100 orang,” kata Ns. Hodijah, S.Kep.
Tidak hanya pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai penyakit tuberkulosis (TBC), salah satu penyakit yang penting dikenali gejalanya sejak dini.
Ns. Hodijah menjelaskan, sejumlah gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam, batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, serta terkadang disertai sesak napas dan nyeri dada.
Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diimbau segera memeriksakan diri ke Puskesmas Tantan. Pemeriksaan dan pengobatan TBC dapat diperoleh secara gratis sesuai pelayanan yang tersedia.
Ia juga mengingatkan pasien yang telah dinyatakan positif TBC agar disiplin menjalani pengobatan sesuai petunjuk tenaga kesehatan dan tidak menghentikan pengobatan secara sepihak.
“Penyakit TBC dapat dicegah dan dapat diobati serta bisa sembuh,” ujarnya.
Pelayanan CKG di Desa Tantan menjadi gambaran bahwa upaya menjaga kesehatan masyarakat tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, ia berawal dari sebuah pemeriksaan sederhana, dari keberanian seseorang untuk mengetahui kondisi tubuhnya, dan dari kemauan pemerintah desa bersama tenaga kesehatan untuk hadir lebih dekat dengan warganya.
Bagi Mashur, kehadiran Puskesmas Tantan di tengah masyarakat bukan hanya menghadirkan layanan kesehatan, tetapi juga membawa pesan bahwa masyarakat desa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dan akses terhadap pelayanan kesehatan.
Puskesmas Tantan sendiri memiliki empat desa dalam wilayah kerjanya. Setelah kegiatan di Desa Tantan dan Desa Rantau Majo, kegiatan serupa direncanakan kembali dilaksanakan pada Oktober 2026 di Desa Kedotan yang akan bergabung dengan Desa Keranggan.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pelayanan kesehatan terus diupayakan untuk mendekat kepada masyarakat. Dan di Desa Tantan, apresiasi dari seorang kepala desa menjadi bagian dari cerita tentang bagaimana kepedulian terhadap kesehatan tumbuh dari desa—dari masyarakat, untuk masyarakat.

0 Komentar