Dari Jambi ke UTHM Malaysia : Membawa Ilmu, Membangun Kolaborasi, hingga Mengabdi Lintas Negara


Jambinews.id | Internasional - Perjalanan enam dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi menuju Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) di Johor, Malaysia, pada 1 - 2 September 2026, bukan sekadar perjalanan menghadiri konferensi jurnal. Di balik perjalanan akademik tersebut, terdapat semangat membangun jejaring internasional, memperluas kolaborasi penelitian, sekaligus membawa misi pengabdian kepada masyarakat.

Enam dosen UIN STS Jambi yang mengikuti konferensi tersebut yakni Prof. Dr. Maisah, M.Pd.I., Prof. Dr. Illiyyanti, M.Ag., Dr. Hj. Hindun, M.Pd.I., Dr. Idarianti, M.Pd.I., Dr. Mahluddin, M.Pd.I., dan Rafikoh, M.Pd.I. Keenamnya hadir dengan judul serta kajian jurnal yang berbeda untuk dipresentasikan dalam forum akademik di UTHM.

Konferensi berlangsung dengan lancar. Bagi para dosen, forum tersebut menjadi momentum penting untuk mempresentasikan hasil pemikiran dan penelitian sekaligus bertukar gagasan dengan akademisi dari berbagai negara. Pertemuan akademik tersebut juga membuka peluang bagi pengembangan kerja sama penelitian serta publikasi pada jurnal bereputasi.

Namun, agenda di Malaysia tidak berhenti pada konferensi. Pertemuan dengan dosen-dosen UTHM juga dimanfaatkan untuk membangun kerja sama dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Salah satu gagasan yang dibahas adalah penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) yang telah memeluk Islam di Provinsi Jambi, sekaligus melihat kehidupan komunitas SAD di Malaysia.

Gagasan tersebut kemudian dirumuskan melalui tema “Transformasi Suku Anak Dalam dari Tradisional ke Modern (Studi tentang Keagamaan)”. Tema ini diarahkan untuk melihat lebih jauh bagaimana transformasi kehidupan masyarakat SAD, khususnya dari sisi sosial dan keagamaan, di tengah perubahan zaman.

Dalam waktu dekat, Prof. Dr. Maisah, M.Pd.I., dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi sekaligus Bidang PRK MUI Provinsi Jambi bersama anggota akan melakukan kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat, melaksanakan kegiatan sosial-keagamaan, sekaligus melakukan penelitian secara lebih mendalam. Setelah proses di Jambi dilakukan, kegiatan serupa direncanakan dilanjutkan terhadap komunitas Suku Anak Dalam di Malaysia.

Hasil kegiatan pengabdian dan penelitian tersebut nantinya diharapkan dapat dikembangkan menjadi sebuah karya ilmiah dan dipublikasikan pada jurnal bereputasi. Bahkan, hasil penelitian dan pengabdian masyarakat tersebut direncanakan kembali dipresentasikan dalam forum akademik di UTHM Malaysia. Dengan demikian, hubungan antara Jambi dan UTHM tidak berhenti pada satu kali konferensi, tetapi diarahkan menjadi kolaborasi akademik dan sosial yang berkelanjutan.

Keterlibatan Bidang PRK MUI Provinsi Jambi dalam agenda tersebut memberikan dimensi lain dalam perjalanan ke Malaysia. Kehadiran di forum internasional bukan hanya membawa kepentingan akademik personal maupun institusi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas pengabdian sosial-kemasyarakatan ke tingkat internasional.

Perjalanan tersebut juga memiliki cerita tersendiri. Rombongan memulai perjalanan dari Jambi menggunakan mobil menuju Tanjung Jabung Barat. Dari Tanjung Jabung Barat, perjalanan dilanjutkan menggunakan kapal menuju Batam. Setelah tiba di Batam, rombongan kembali menggunakan kapal menuju Singapura.

Setibanya di Singapura, rombongan menyempatkan diri berkeliling dan menikmati sejumlah suasana kota tersebut sebelum melanjutkan perjalanan menuju Malaysia. Dari Singapura, perjalanan diteruskan menggunakan kendaraan travel menuju Holiday Hotel, Johor, yang menjadi tempat pelaksanaan konferensi.

Setelah menyelesaikan agenda konferensi di UTHM, perjalanan rombongan berlanjut menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Selama dua hari tiga malam, rombongan memanfaatkan waktu untuk mengunjungi sejumlah destinasi wisata sekaligus menikmati pengalaman perjalanan di ibu kota Malaysia tersebut.

Perjalanan kemudian ditutup dengan kepulangan menggunakan pesawat menuju Kepulauan Riau. Dari Kepulauan Riau, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan travel hingga akhirnya tiba di Jambi.

Bagi rombongan, perjalanan tersebut memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, terlebih ketika agenda akademik mulai diarahkan pada pengembangan kerja sama sosial-kemasyarakatan lintas negara. Namun, biaya perjalanan dipandang sebagai bagian dari investasi untuk memperoleh pengalaman, pengetahuan, jejaring, dan peluang kolaborasi yang lebih luas.

Manfaat paling penting bukan hanya terletak pada perjalanan menuju Malaysia, melainkan pada kesempatan bertemu dan bersilaturahmi dengan dosen serta akademisi dari berbagai negara. Dari pertemuan tersebut, terbuka ruang untuk bertukar pengetahuan, membangun kerja sama, mengembangkan penelitian, hingga membuka peluang publikasi pada jurnal bereputasi.

Pada akhirnya, perjalanan enam dosen UIN STS Jambi ke UTHM Johor Malaysia menjadi lebih dari sekadar perjalanan menghadiri konferensi. Dari Jambi, mereka membawa karya ilmiah ke ruang akademik internasional. Dari forum akademik itu pula lahir gagasan pengabdian yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Sebuah perjalanan yang bermula dari konferensi jurnal, kemudian berkembang menjadi jembatan kolaborasi antara akademisi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat lintas negara.