UIN STS Jambi dan Warga Jambi Kehilangan Panutan
Oleh : Dr. Pahmi Sy, S.Ag., M.Si. (Wakil Rektor II UIN STS Jambi)
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Kepergian KH. Lohot meninggalkan duka yang mendalam, bukan hanya bagi keluarga besar UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, tetapi juga bagi masyarakat Jambi yang selama ini mengenalnya sebagai pendakwah, pendidik, dan teladan akhlak.
Menurut keterangan keluarga delapan hari beliau terbaring di Rumah Sakit, kondisinya sudah mulai membaik, ketika saya bersama pak Rektor UIN STS Jambi menjenguk beliau hari Selasa sore menjelang magrib, tanggal 1 September 2026 di RS DKT Kota Jambi. Beliau sadar akan kehadiran para tamu dan keluarga yang menjenguknya, termasuk kami, bahkan beliau mengangkat kedua tangannya mengamini doa yang dibaca Pak Rektor Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M. Pd.
Namun 12 jam kemudian, Rabu pagi tgl 2 September 2026 beliau menghembuskan nafas terakhirnya di panggil menghadap Allah SWT, ternyata Allah lebih sayang kepada beliau.
Sejak muda pak KH. Lohot sudah berkiprah di Jambi, menjadi dosen Fakultas Syari'ah UIN STS Jambi. Bersama Prof. Munthalib di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat menjelajahi hampir seluruh desa di Propinsi Jambi membawa anak 2 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata sembari beliau berdakwah di pelosok desa di Propinsi Jambi, sehingga dakwah beliau menyentuh lever grassroot (akar rumput) dengan nada humoris, tapi serius, beliau telah membangkitkan kesadaran umat untuk memahami Islam secara menyeluruh.
KH. Lohot adalah sosok ulama yang memadukan keluasan ilmu dengan kerendahan hati. Di ruang kuliah beliau dikenal sebagai dosen yang disiplin, sederhana, dan mampu menyampaikan ilmu dengan bahasa yang mudah dipahami. Di mimbar dakwah, beliau tampil teduh, menyejukkan, dan mengajak umat dengan hikmah, bukan dengan kemarahan.
Bagi civitas akademika UIN STS Jambi, beliau merupakan figur yang menghubungkan tradisi keilmuan Islam dengan kehidupan masyarakat. Dakwahnya tidak berhenti pada ceramah, tetapi diwujudkan dalam keteladanan, pelayanan kepada umat, dan pembinaan generasi muda.
Banyak nasehat yang beliau berikan melalui dakwahnya dengan bahasa dan logat yang khas Medan, dengan bahasa yang pelan namun tegas. Para jamaah menangkap dengan jelas pesan-pesan yang beliau sampaikan, hampir semua segmen atau kalangan senang dengan dakwah beliau, baik itu jamaah masjid, majlis ta'lim, ormas dan Pemerintah Daerah sering mengundang beliau.. bahkan di tahun 1990-an bersama kyai Sulaiman Abdullah pernah menjadi pencerah tetap di Pemerintah Propinsi Jambi.
Di masa Pensiunnya beliau fokus di pesantren yang didirikannya yaitu Ponpes Dzulhijjah di Muaro Bulian. Disamping itu bersama Kyai Latif mengasuh majlis ta'lim di Masjid dekat rumahnya Gotong Royong Sungai Kambang Kota Jambi. Sampai akhir hayatnya beliau tidak berhenti berdakwah. Materi dakwahnya terkait Islam. Yaitu Syari'at, Tauhid dan Tasawuf yang dikaitkannya dengan kehidupan nyata keseharian dalam masyarakat. Dengan demikian beliau mentautkan nilai-nilai agama, nilai lokal masyarakat yang dikemas dengan bahasa sederhana yang dimengerti oleh masyarakat.
Kehilangan KH. Lohot adalah kehilangan seorang panutan. Namun, warisan pemikiran, akhlak, dan dedikasinya akan tetap hidup melalui para mahasiswa, alumni, dan masyarakat yang pernah belajar darinya. Semoga semangat beliau menjadi inspirasi bagi UIN STS Jambi untuk terus melahirkan pendidik dan pendakwah yang berilmu, berakhlak, dan berdampak bagi masyarakat.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di sisi para ulama dan orang-orang saleh. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
