Jambinews.id | Tanjabtim - Wisuda bukan sekadar seremoni mengenakan toga, menerima ijazah, lalu menutup lembar panjang perjalanan akademik. Bagi 150 wisudawan dan wisudawati Institut Islam Al-Mujaddid Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Sabtu (5/9/2026), hari itu justru menjadi awal dari perjalanan yang lebih luas: membawa ilmu dari ruang kelas menuju kehidupan nyata.
Pesan itulah yang ditekankan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi sekaligus Ketua Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah XIII, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., saat menghadiri Wisuda Sarjana X Institut Islam Al-Mujaddid Sabak.
Didampingi Sekretaris Kopertais Wilayah XIII, Dr. H. Jamrizal, M.Pd., Turut dihadiri Ketua IAEI (Ikatan Ahli Ekonomi Islam) DPW Jambi sekaligus Dekan FEBI UIN STS Jambi Dr. Rafidah, S.E., M.E.I., Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., tidak hanya menyampaikan ucapan selamat kepada para sarjana. Ia menitipkan lima pesan yang diharapkan menjadi bekal moral dan arah perjalanan mereka setelah meninggalkan bangku perguruan tinggi.
“Hari ini Anda menerima ijazah. Tetapi saya ingin menitipkan lima pesan,” ujar Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd.
Terus Belajar Setelah Wisuda
Pesan pertama yang disampaikan adalah terus belajar.
Menurut Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., ijazah bukan penanda bahwa seseorang telah sampai pada garis akhir pendidikan. Sebaliknya, wisuda merupakan titik awal untuk memasuki ruang pembelajaran yang lebih luas, yakni kehidupan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Wisuda bukan tanda bahwa Anda telah selesai belajar. Wisuda adalah tanda bahwa Anda siap belajar dalam bentuk yang lebih nyata,” katanya.
Pesan tersebut menjadi penting karena setelah menyandang gelar sarjana, para lulusan akan berhadapan dengan persoalan yang jauh lebih kompleks daripada sekadar teori di ruang kuliah. Dunia kerja, masyarakat, keluarga, lingkungan sosial, hingga berbagai persoalan kehidupan menuntut kemampuan untuk terus beradaptasi dan belajar.
Kompetensi Membuka Jalan, Integritas Menjaga Kepercayaan
Pesan kedua adalah menjaga integritas.
Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., mengingatkan bahwa kemampuan akademik dan kompetensi memang penting untuk membuka peluang dan mendapatkan kepercayaan dalam bekerja. Namun, ketika seseorang mulai memikul tanggung jawab yang lebih besar, integritas menjadi fondasi utama.
“Kompetensi membuat Anda dipercaya untuk bekerja, tetapi integritas membuat Anda dipercaya untuk memimpin,” tegasnya.
Pesan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa gelar akademik tidak akan memiliki makna yang kuat apabila tidak dibarengi dengan kejujuran, tanggung jawab, dan konsistensi dalam menjalankan amanah.
Jangan Takut Memulai dari Bawah
Pesan ketiga, para sarjana diminta tidak takut memulai dari bawah.
Menurut Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., tidak semua keberhasilan harus diawali dengan pekerjaan besar atau posisi yang tinggi. Perjalanan menuju keberhasilan dapat dimulai dari pekerjaan yang halal, usaha kecil, desa, komunitas, maupun persoalan sederhana di sekitar yang mampu diselesaikan.
“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten,” ujarnya.
Pesan ini menjadi bekal bagi para wisudawan agar tidak terjebak pada gengsi setelah menyandang gelar sarjana. Justru dari keberanian memulai, bekerja keras, dan konsisten, pengalaman serta kapasitas akan tumbuh.
Pergi untuk Berkembang, Pulang untuk Memberi
Pesan keempat menyentuh hubungan para sarjana dengan daerah asalnya: jangan meninggalkan kampung halaman dalam pikiran dan pengabdian.
Prof. Dr. H. Kasful Anwar mendorong para lulusan untuk berani keluar daerah, mencari pengalaman, mengembangkan kemampuan, dan membuka cakrawala di berbagai tempat. Namun, sejauh apa pun langkah kaki membawa mereka, akar pengabdian kepada daerah asal tidak boleh dilupakan.
“Jika Anda bekerja di Jakarta, Batam, Kuala Lumpur, Singapura, atau di belahan dunia mana pun, jangan lupa dari mana ilmu itu bermula. Jadilah sarjana yang pergi untuk berkembang, tetapi tidak lupa untuk kembali memberi,” pesannya.
Bagi para lulusan yang sebagian besar tumbuh dan menempuh pendidikan di lingkungan Tanjung Jabung Timur, pesan tersebut menjadi refleksi bahwa keberhasilan personal idealnya juga dapat menghadirkan dampak bagi masyarakat asal.
Menjadi Manusia yang Bermanfaat
Pesan kelima sekaligus menjadi inti dari seluruh perjalanan pendidikan: menjadi manusia yang bermanfaat.
Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., mengingatkan bahwa keberhasilan hidup tidak cukup diukur dari jabatan yang diperoleh, besarnya penghasilan, maupun banyaknya gelar akademik yang disandang.
Mengutip sabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” ia mengajak para sarjana untuk menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian.
“Jangan ukur keberhasilan hidup hanya dari jabatan, penghasilan, atau banyaknya gelar. Ukurlah dari berapa banyak manusia yang kehidupannya menjadi lebih baik karena kehadiran Anda,” tuturnya.
Lima pesan tersebut pada akhirnya bermuara pada satu gagasan: sarjana tidak hanya dituntut menjadi orang yang berilmu, tetapi juga manusia yang memiliki karakter dan manfaat bagi sesama.
Di tengah momentum wisuda, Rektor Institut Islam Al-Mujaddid Sabak, Dr. Wargo, S.Pd., M.Pd., turut menyampaikan rasa syukur atas perkembangan institusi yang dipimpinnya.
Salah satu perkembangan tersebut ditandai dengan berdirinya bangunan baru Kampus Institut Islam Al-Mujaddid Sabak.
“Bangga dengan berdirinya bangunan baru Kampus Institut Islam Al-Mujaddid Sabak,” ungkap Dr. Wargo, S.Pd., M.Pd.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., yang dinilainya terus memberikan dukungan terhadap perkembangan Institut Islam Al-Mujaddid Sabak sejak awal berdirinya, termasuk dalam upaya pengajuan program studi baru.
“Beliau ini luar biasa, selalu mengupayakan kita ini, dari awal berdirinya kampus hingga dalam waktu dekat ini, dalam hal pengajuan prodi baru,” katanya.
Dukungan tersebut, menurut Dr. Wargo, menjadi bagian penting dalam perjalanan Institut Islam Al-Mujaddid Sabak untuk terus bertumbuh dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Gelar yang Harus Kembali kepada Masyarakat
Ketua Yayasan Institut Islam Al-Mujaddid Sabak, Ribut Suwarsono, M.Pd., juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati.
Ia berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater setelah kembali ke tengah masyarakat. Gelar akademik yang diperoleh diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, melainkan menjadi bekal untuk memberikan kontribusi nyata di lingkungan masing-masing.
Pesan tersebut sekaligus mempertegas bahwa keberhasilan pendidikan pada akhirnya tidak hanya terlihat dari seremoni wisuda, tetapi dari kiprah para lulusannya setelah kembali menjadi bagian dari masyarakat.
Menyiapkan SDM Tanjung Jabung Timur
Apresiasi terhadap keberadaan Institut Islam Al-Mujaddid Sabak juga disampaikan Bupati Tanjung Jabung Timur yang diwakili Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, H. Muslimin Tanja, S.Th.I., M.Si.
Ia mengapresiasi pelaksanaan Wisuda Sarjana X Institut Islam Al-Mujaddid Sabak. Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi tersebut memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Hal itu dinilai semakin strategis karena mayoritas mahasiswa Institut Islam Al-Mujaddid Sabak merupakan masyarakat Tanjung Jabung Timur.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Institut Islam Al-Mujaddid Sabak yang hari ini melaksanakan wisuda ke-10. Mayoritas mahasiswa adalah masyarakat Tanjung Jabung Timur,” ujar H. Muslimin Tanja, S.Th.I., M.Si.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para orang tua dan wali wisudawan yang telah memberikan dukungan serta pengorbanan hingga anak-anak mereka berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana.
Menurut H. Muslimin Tanja, S.Th.I., M.Si., Institut Islam Al-Mujaddid Sabak telah menunjukkan komitmennya dalam menciptakan sumber daya manusia yang memiliki karakter sekaligus menjunjung nilai-nilai keislaman.
Wisuda sebagai Awal Pengabdian
Sebanyak 150 wisudawan dan wisudawati yang dikukuhkan dalam Wisuda Sarjana X Institut Islam Al-Mujaddid Sabak kini menghadapi babak baru kehidupan.
Toga yang dikenakan, ijazah yang diterima, dan gelar akademik yang disandang bukanlah garis akhir. Semuanya adalah modal untuk melangkah lebih jauh.
Lima pesan Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd.—terus belajar, menjaga integritas, berani memulai dari bawah, tidak melupakan kampung halaman, serta menjadi manusia yang bermanfaat—menjadi pengingat bahwa pendidikan sejatinya tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan ruang kuliah.
Sebab, pada akhirnya, keberhasilan seorang sarjana bukan hanya tentang seberapa tinggi posisi yang berhasil diraih, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada orang lain.
Di situlah makna sesungguhnya dari sebuah gelar: bukan sekadar tanda telah menyelesaikan pendidikan, melainkan amanah untuk membawa ilmu kembali kepada kehidupan dan masyarakat.Kopertais) Wilayah XIII, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., menitipkan lima pesan penting kepada 150 wisudawan dan wisudawati Institut Islam Al-Mujaddid Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Lima pesan tersebut disampaikan Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., saat menghadiri Wisuda Sarjana X Institut Islam Al-Mujaddid Sabak, Sabtu (5/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Sekretaris Kopertais Wilayah XIII, Dr. H. Jamrizal, M.Pd.
Di hadapan para wisudawan dan wisudawati, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., mengingatkan bahwa penerimaan ijazah bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. Sebaliknya, wisuda menjadi awal bagi para sarjana untuk memasuki proses pembelajaran yang lebih nyata dalam kehidupan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Hari ini Anda menerima ijazah. Tetapi saya ingin menitipkan lima pesan,” ujar Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd.
Pesan pertama adalah terus belajar. Ia menegaskan bahwa wisuda bukan tanda bahwa seseorang telah selesai belajar, melainkan tanda kesiapan untuk belajar dalam bentuk yang lebih nyata.
“Wisuda bukan tanda bahwa Anda telah selesai belajar. Wisuda adalah tanda bahwa Anda siap belajar dalam bentuk yang lebih nyata,” katanya.
Pesan kedua, menjaga integritas. Menurut Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., kompetensi menjadi modal untuk mendapatkan kepercayaan dalam bekerja, sementara integritas menjadi landasan untuk mendapatkan kepercayaan dalam memimpin.
“Kompetensi membuat Anda dipercaya untuk bekerja, tetapi integritas membuat Anda dipercaya untuk memimpin,” tegasnya.
Pesan ketiga, jangan takut memulai dari bawah. Ia mendorong para lulusan untuk tidak ragu memulai perjalanan dari pekerjaan yang halal, usaha kecil, desa, komunitas, maupun dari persoalan sederhana yang dapat mereka selesaikan.
“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten,” ujarnya.
Pesan keempat, jangan meninggalkan kampung halaman dalam pikiran dan pengabdian. Para lulusan didorong untuk berani keluar daerah, mengembangkan diri, dan meraih pengalaman di berbagai tempat, tetapi tetap mengingat daerah asal dan memberikan kontribusi ketika memiliki kesempatan.
“Jika Anda bekerja di Jakarta, Batam, Kuala Lumpur, Singapura, atau di belahan dunia mana pun, jangan lupa dari mana ilmu itu bermula. Jadilah sarjana yang pergi untuk berkembang, tetapi tidak lupa untuk kembali memberi,” pesan Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd.
Pesan kelima, menjadi manusia yang bermanfaat. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak semata-mata diukur dari jabatan, penghasilan, maupun banyaknya gelar yang dimiliki.
Mengutip sabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,”ia mengajak para sarjana mengukur keberhasilan dari seberapa besar kehadiran mereka mampu membawa perubahan positif bagi kehidupan orang lain.
“Jangan ukur keberhasilan hidup hanya dari jabatan, penghasilan, atau banyaknya gelar. Ukurlah dari berapa banyak manusia yang kehidupannya menjadi lebih baik karena kehadiran Anda,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor Institut Islam Al-Mujaddid Sabak, Dr. Wargo, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas perkembangan Institut Islam Al-Mujaddid Sabak. Salah satu perkembangan tersebut ditandai dengan berdirinya bangunan baru kampus.
“Bangga dengan berdirinya bangunan baru Kampus Institut Islam Al-Mujaddid Sabak,” ungkap Dr. Wargo, S.Pd., M.Pd.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., yang dinilainya terus memberikan dukungan terhadap perkembangan Institut Islam Al-Mujaddid Sabak sejak awal berdiri, termasuk dalam upaya pengajuan program studi baru.
“Beliau ini luar biasa, selalu mengupayakan kita ini, dari awal berdirinya kampus hingga dalam waktu dekat ini, dalam hal pengajuan prodi baru,” katanya.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam perjalanan Institut Islam Al-Mujaddid Sabak untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Ketua Yayasan Institut Islam Al-Mujaddid Sabak, Ribut Suwarsono, M.Pd., turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati.
Ia berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater setelah kembali ke tengah masyarakat. Para sarjana juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata di lingkungan tempat tinggal dan masyarakat.
Menurutnya, gelar akademik yang diperoleh hendaknya tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi menjadi bekal untuk memberikan manfaat yang lebih luas.
Apresiasi terhadap keberadaan Institut Islam Al-Mujaddid Sabak juga disampaikan Bupati Tanjung Jabung Timur yang diwakili Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, H. Muslimin Tanja, S.Th.I., M.Si.
Ia mengapresiasi pelaksanaan Wisuda Sarjana X Institut Islam Al-Mujaddid Sabak. Menurutnya, perguruan tinggi tersebut memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Hal tersebut dinilai semakin strategis karena mayoritas mahasiswa Institut Islam Al-Mujaddid Sabak merupakan masyarakat Tanjung Jabung Timur.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Institut Islam Al-Mujaddid Sabak yang hari ini melaksanakan wisuda ke-10. Mayoritas mahasiswa adalah masyarakat Tanjung Jabung Timur,” ujar H. Muslimin Tanja, S.Th.I., M.Si.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para orang tua dan wali wisudawan yang telah memberikan dukungan dan pengorbanan hingga anak-anak mereka berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana.
Menurut H. Muslimin Tanja, S.Th.I., M.Si., Institut Islam Al-Mujaddid Sabak telah menunjukkan komitmennya dalam menciptakan sumber daya manusia yang memiliki karakter sekaligus menjunjung nilai-nilai keislaman.
Wisuda Sarjana X Institut Islam Al-Mujaddid Sabak yang mengukuhkan 150 wisudawan dan wisudawati tersebut menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk melanjutkan kiprah di tengah masyarakat.
Pesan Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd. menjadi penegasan bahwa gelar sarjana bukanlah tujuan akhir pendidikan. Para lulusan diharapkan terus belajar, menjaga integritas, berani memulai dari bawah, tidak melupakan kampung halaman, serta menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai jalan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan demikian, keberhasilan seorang sarjana bukan hanya tentang seberapa tinggi posisi yang diraih, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada sesama.

