Jambinews.id | Jambi - Perguruan tinggi tidak hanya menjadi ruang pembelajaran akademik, tetapi juga menjadi tempat bertemunya berbagai kebutuhan administratif, sosial, dan pengembangan kompetensi mahasiswa. Di tengah semakin terbukanya mobilitas pendidikan, kebutuhan terhadap layanan keimigrasian yang mudah dipahami dan terkoordinasi menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas kampus.
Kondisi tersebut turut menjadi perhatian UIN Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi melalui rencana penguatan kerja sama dengan Kantor Imigrasi Jambi. Pembahasan kerja sama diarahkan pada sejumlah bidang yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan sivitas akademika, khususnya pelayanan bagi mahasiswa asing yang berada di lingkungan UIN STS Jambi.
Kabag Akademik dan Kemahasiswaan UIN STS Jambi, Saparuddin, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa sinergi dengan Imigrasi Jambi diharapkan dapat memperkuat koordinasi sekaligus memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai layanan dan ketentuan keimigrasian. Bagi perguruan tinggi, keberadaan mahasiswa asing tidak hanya berkaitan dengan proses akademik, tetapi juga membutuhkan dukungan administrasi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Karena itu, kerja sama tersebut tidak berhenti pada aspek pelayanan administratif. Salah satu gagasan yang turut dibahas adalah penyelenggaraan layanan keimigrasian secara lebih dekat dengan lingkungan kampus. Pola tersebut diharapkan dapat memudahkan mahasiswa maupun sivitas akademika dalam memperoleh informasi dan memahami prosedur keimigrasian.
Di sisi lain, kerja sama UIN STS Jambi dengan Imigrasi Jambi juga membuka ruang pembelajaran praktis bagi mahasiswa. Program magang menjadi salah satu agenda yang dibicarakan, sehingga mahasiswa berpeluang mengenal secara langsung lingkungan kerja, tugas, fungsi, serta pelayanan yang dijalankan institusi keimigrasian.
Ruang belajar itu kemudian dapat diperluas melalui kegiatan pelatihan dan sosialisasi. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari ruang kuliah, tetapi juga dapat memahami bagaimana kebijakan dan pelayanan publik diterapkan dalam praktik. Bagi UIN STS Jambi, pengalaman semacam ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan pembelajaran akademik dengan kebutuhan dunia kerja.
Kolaborasi juga diarahkan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Edukasi mengenai administrasi dan ketentuan keimigrasian dinilai dapat menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi bersama Imigrasi Jambi dalam meningkatkan literasi masyarakat. Sosialisasi dapat menjadi jembatan untuk menjelaskan berbagai ketentuan keimigrasian secara lebih sederhana dan mudah dipahami.
Rencana tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa hubungan perguruan tinggi dengan instansi pemerintah dapat dibangun melalui ruang kerja sama yang lebih luas. Tidak hanya berorientasi pada kebutuhan internal kampus, tetapi juga diarahkan untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa dan manfaat bagi masyarakat.
Bagi UIN STS Jambi, penguatan komunikasi dengan Imigrasi Jambi menjadi bagian dari langkah membangun ekosistem pendidikan yang semakin terbuka terhadap kebutuhan mobilitas mahasiswa dan perkembangan kerja sama kelembagaan. Sementara bagi mahasiswa, ruang kolaborasi tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman, wawasan, sekaligus pemahaman mengenai pelayanan publik.
Dari layanan mahasiswa asing hingga program magang, pelatihan, sosialisasi, dan pengabdian kepada masyarakat, rencana kerja sama ini membawa satu pesan penting: hubungan antara kampus dan lembaga pelayanan publik tidak harus berhenti pada urusan administratif. Di dalamnya terdapat ruang pendidikan, pengalaman, dan pengabdian yang dapat memperluas manfaat bagi sivitas akademika maupun masyarakat.
.jpeg)
0 Komentar