Jambinews.id | Jambi - Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi menggelar pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menghadirkan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafii, S.H., M.Hum., di Amphiteater Lantai 4 Gedung Rektorat UIN STS Jambi, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan bertema “Pencegahan Penyebaran Budaya LGBTQ di PTKIN” tersebut menjadi bagian dari pembinaan ASN sekaligus penguatan peran perguruan tinggi keagamaan Islam dalam merespons berbagai persoalan sosial melalui pendekatan pendidikan, keilmuan, dan nilai-nilai keagamaan.
Kegiatan dihadiri Wakil Gubernur Jambi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Staf Ahli Menteri Agama, tenaga ahli Kementerian Agama, jajaran pimpinan UIN STS Jambi, para dekan, kepala biro, unsur kepegawaian, serta sivitas akademika UIN STS Jambi.
Dalam sambutannya, Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., memaparkan sejumlah perkembangan kelembagaan yang telah dicapai universitas. Di antaranya predikat Unggul, pengembangan jurnal ilmiah, serta pengoperasian Ma’had Al-Jami’ah yang diperuntukkan bagi 500 mahasiswa penerima beasiswa KIP.
Selain capaian kelembagaan, Rektor juga menyampaikan sejumlah prestasi mahasiswa UIN STS Jambi. Salah satunya keberhasilan menjadi juara umum Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) 2026 serta keterlibatan mahasiswa UIN STS Jambi dalam ajang Duta Bahasa tingkat nasional.
“Saya berharap, wejangan dan arahan hari ini dapat memberikan kontribusi untuk kemajuan UIN STS Jambi,” ujar Prof. Kasful Anwar.
Ia berharap pembinaan tersebut dapat menjadi masukan strategis bagi penguatan kelembagaan sekaligus pengembangan kualitas sumber daya manusia di lingkungan UIN STS Jambi.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., mengapresiasi perkembangan UIN STS Jambi. Menurutnya, perkembangan universitas tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari peningkatan prestasi akademik dan nonakademik.
“Tahun ini UIN STS Jambi berkembang bukan hanya dalam pembangunan, tetapi juga dalam prestasi,” ujarnya.
Abdullah Sani juga mendorong UIN STS Jambi mengambil bagian dalam memberikan edukasi kepada generasi muda terkait berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat. Ia menyebut sejumlah isu seperti intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme (IRET), penyalahgunaan narkotika, hingga kenakalan remaja dan fenomena geng motor.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis untuk memberikan penguatan melalui pendidikan, bimbingan, serta narasi yang membangun di kalangan mahasiswa.
“Tolong hal ini dibantu untuk dicegah melalui narasi dan bimbingan kepada mahasiswa UIN,” katanya.
Wamenag: Transformasi PTKIN Harus Tetap Berpijak pada Nilai Keislaman
Dalam arahannya, Wakil Menteri Agama RI, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafii, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan UIN STS Jambi sejak mengalami transformasi kelembagaan menjadi universitas.
Menurutnya, kemajuan perguruan tinggi keagamaan Islam perlu berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai keislaman dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Saya sangat gembira atas prestasi dan pencapaian UIN STS Jambi dari berbagai sisinya,” ujarnya.
Wamenag menegaskan, transformasi kelembagaan tidak boleh menghilangkan identitas keagamaan yang menjadi ciri khas perguruan tinggi keagamaan Islam.
“Islam itu inklusif, bukan eksklusif,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan agama dalam membangun peradaban.
“Dengan amal ibadah bahagia, dan dengan ilmu juga bahagia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wamenag menyampaikan bahwa praktik keberagamaan semestinya memberikan dampak positif dalam kehidupan sosial. Perguruan tinggi keagamaan, kata dia, tidak cukup hanya membangun kapasitas akademik, tetapi juga perlu memastikan ilmu dan nilai yang dikembangkan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Tidak hanya beragama tetapi juga harus berdampak untuk masyarakat,” katanya.
Menurutnya, PTKIN memiliki peran strategis dalam menghasilkan kajian akademik, inovasi, serta rekomendasi yang dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan publik. Karena itu, perguruan tinggi keagamaan diharapkan terus memperkuat riset, keilmuan, dan pengabdian masyarakat dalam menjawab berbagai tantangan sosial.
Dorong Pendekatan Edukatif dan Akademik
Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Agama Republik Indonesia Bidang Hubungan Kelembagaan Keagamaan, Prof. Dr. H. Iswandi Syahputra, S.Ag., M.Si., menyampaikan materi mengenai pencegahan penyebaran budaya LGBTQ di lingkungan PTKIN.
Ia menekankan pentingnya pendekatan edukatif, akademik, dan keagamaan dalam menyikapi isu-isu sosial kontemporer. Menurutnya, pembahasan mengenai isu tersebut perlu dilakukan secara proporsional dengan mengedepankan pendidikan, kajian ilmiah, dan penguatan karakter mahasiswa.
Iswandi menjelaskan bahwa fokus pencegahan yang dimaksud adalah penyebaran budaya dan pengaruh yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai agama serta budaya bangsa, bukan memberikan stigma atau tuduhan terhadap individu tertentu.
“Yang kita cegah itu penyebaran budaya, bukan pencegahan orang atau orientasi seksualnya,” ujarnya.
Ia juga mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat riset dan kajian akademik sehingga mahasiswa memperoleh pemahaman yang komprehensif dalam menghadapi berbagai isu sosial yang berkembang.
Kegiatan pembinaan ASN tersebut berlangsung dengan antusias dan dilanjutkan dengan sesi dialog bersama peserta. Melalui kegiatan ini, UIN STS Jambi diharapkan terus memperkuat kualitas ASN, kapasitas akademik, serta peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi konstruktif bagi masyarakat.




0 Komentar