Jambinews.id | Dua palet kartu grafis Nvidia GeForce RTX 5090 dilaporkan hilang di Bandara Internasional Guarulhos, São Paulo, Brasil. Kiriman milik distributor perangkat elektronik Oderço tersebut ditaksir bernilai sekitar 2,5 juta real Brasil atau setara Rp 7,8 miliar.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena RTX 5090 merupakan kartu grafis kelas atas yang memiliki harga tinggi dan dilaporkan mengalami keterbatasan pasokan di sejumlah pasar. Hingga laporan ini disusun, keberadaan dua palet tersebut belum mendapatkan kejelasan.
Mengutip laporan teknologi yang terbit pada 19 Oktober 2026, Oderço mengungkapkan bahwa kiriman berisi kartu grafis Zotac GeForce RTX 5090 itu seharusnya tiba di bandara. Namun, ketika barang dibutuhkan dalam proses distribusi, keberadaannya tidak diketahui.
Perusahaan mengaku belum memperoleh penjelasan yang memadai mengenai hilangnya kiriman tersebut. Oderço juga menyebut kejadian ini sebagai pengalaman pertama selama 38 tahun menjalankan bisnis distribusi perangkat elektronik dan teknologi informasi.
Nilai Miliaran Rupiah, Jumlah Unit Belum Dipastikan
Nilai pengadaan dua palet kartu grafis itu mencapai sekitar 2,5 juta real Brasil. Angka tersebut menjadi perhatian karena satu unit RTX 5090 saja dapat dipasarkan dengan harga tinggi, bergantung pada merek, model, dan kondisi pasokan.
Meski demikian, jumlah pasti kartu grafis yang berada di dalam kedua palet belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia. Nilai pengadaan juga tidak bisa disamakan langsung dengan harga jual eceran kepada konsumen.
Hilangnya kiriman bernilai tinggi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai proses penanganan dan pengawasan barang selama berada dalam rantai logistik bandara.
Nvidia RTX 5090 dan Persoalan Pasokan
Nvidia GeForce RTX 5090 merupakan kartu grafis kelas flagship yang dirancang untuk kebutuhan komputasi grafis berperforma tinggi, termasuk gim, rendering, dan berbagai pekerjaan kreatif yang membutuhkan kemampuan pemrosesan grafis besar.
Ketersediaannya yang terbatas di sejumlah pasar turut membuat produk ini menjadi perhatian konsumen dan pelaku industri teknologi. Namun, keterbatasan stok tidak serta-merta membuktikan adanya penghentian produksi.
Di tengah beredarnya rumor mengenai masa depan RTX 5090, Nvidia dilaporkan membantah kabar bahwa kartu grafis tersebut telah dihentikan produksinya. Perusahaan menyatakan pengiriman akan terus berlanjut meskipun kapasitas rantai pasokan masih menghadapi keterbatasan.
Penyebab Kehilangan Masih Menjadi Tanda Tanya
Hingga informasi yang tersedia dipublikasikan, belum ada kepastian apakah hilangnya dua palet tersebut disebabkan pencurian, kesalahan penanganan, atau persoalan administrasi logistik. Karena itu, dugaan mengenai penyebab kejadian belum dapat diperlakukan sebagai fakta.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan rantai distribusi, khususnya untuk pengiriman perangkat elektronik bernilai tinggi. Sistem pelacakan, dokumentasi serah terima, pengamanan gudang, serta koordinasi antara distributor dan operator logistik menjadi bagian penting untuk menjaga keamanan barang.
Publik kini menantikan kejelasan mengenai keberadaan kiriman tersebut. Bagi industri teknologi, insiden ini bukan hanya menyangkut kerugian materi, tetapi juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan logistik global.
Sumber: Kompas Tekno dan laporan teknologi terkait, 19 Oktober 2026.

0 Komentar