Penguatan SDM di Era Digital: Profesional, Berintegritas, dan Menguasai Teknologi Informasi


Oleh: Dr. Pahmi, Sy., S.Ag., M.Si. (Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi)

Jambinews.id | Opini - Perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, pemerintahan, hingga dunia usaha. Perubahan tersebut menuntut sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya memiliki kompetensi profesional dan integritas, tetapi juga mampu menguasai teknologi informasi untuk menjawab tantangan zaman.

Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam kegiatan Workshop FEBI Berdampak bertema “Smart UMKM: AI, Digital Marketing dan Transformasi Bisnis Masa Depan” yang dibuka Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi, Dr. Pahmi SY., M.Si., Selasa (27/10/2026), di Gedung GCR Wing C UIN STS Jambi.

Dalam konteks transformasi digital, penguatan SDM setidaknya harus bertumpu pada tiga pilar utama. Pertama, SDM yang profesional. Kedua, SDM yang berintegritas. Ketiga, SDM yang menguasai teknologi informasi, termasuk kecerdasan buatan dan digital marketing.

Ketiga pilar tersebut saling berkaitan. Profesionalisme menjadi landasan kompetensi, integritas menjadi dasar kepercayaan, sedangkan penguasaan teknologi informasi menjadi instrumen untuk meningkatkan efektivitas, inovasi, dan daya saing.

Penguasaan digital marketing, misalnya, bukan sekadar kemampuan menggunakan media sosial untuk mempromosikan produk. Lebih dari itu, digital marketing mencakup pemahaman terhadap perilaku konsumen, strategi membangun merek, pengelolaan konten, pemanfaatan data, serta kemampuan menjangkau pasar secara lebih luas melalui platform digital.

Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kemampuan tersebut menjadi semakin penting. Produk berkualitas perlu didukung strategi pemasaran yang tepat agar mampu bersaing di tengah perubahan perilaku konsumen. Pemanfaatan AI juga dapat membantu menghasilkan ide promosi, menyusun materi pemasaran, menganalisis tren pasar, dan meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha.

Namun, teknologi bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan. Penggunaannya harus diimbangi profesionalisme dan integritas. Promosi digital harus dilakukan secara jujur, informasi produk harus akurat, dan pelayanan kepada konsumen harus tetap menjadi prioritas. Tanpa integritas, kecanggihan teknologi berpotensi kehilangan nilai manfaatnya karena kepercayaan masyarakat merupakan fondasi utama keberlanjutan usaha.

Di sinilah perguruan tinggi memiliki peran strategis. Kampus tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memahami teori, tetapi juga harus membentuk SDM yang mampu menerapkan ilmu pengetahuan, menguasai teknologi, dan menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat perlu diarahkan agar tidak berhenti pada laporan akademik, melainkan ditindaklanjuti, dievaluasi, serta dikembangkan sesuai kebutuhan nyata.

Dengan demikian, penguatan SDM profesional, berintegritas, dan menguasai teknologi informasi harus menjadi agenda bersama. AI dan digital marketing perlu dipahami sebagai sarana untuk memperluas peluang, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing, bukan sekadar mengikuti tren perkembangan teknologi.

Pada akhirnya, keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kualitas manusia yang mengendalikannya. SDM yang profesional dalam bekerja, berintegritas dalam bertindak, dan menguasai teknologi informasi akan menjadi modal penting dalam membangun UMKM yang kompetitif, perguruan tinggi yang berdampak, serta masyarakat yang lebih siap menghadapi masa depan.

Posting Komentar

0 Komentar