Jambinews.id | Jambi - Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industri melalui Kuliah Umum Hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Jambi, Jumat (30/10/2026), di Auditorium UIN STS Jambi.
Kegiatan yang diinisiasi Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) tersebut dibuka langsung oleh Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd. Mengangkat tema Leadership and Collaboration, kuliah umum ini diikuti sekitar 450 mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi di Jambi. Turut hadir Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Ketua Senat, para dekan, wakil dekan, ketua dan sekretaris program studi, dosen UIN STS Jambi, serta perwakilan perusahaan sektor hulu migas.
Sejumlah perusahaan yang turut hadir di antaranya Pertamina, PetroChina, Pertamina EP, Jadestone Energy, SRMD, C Mam, D'Or Oil, dan Tungkal. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan lingkungan perguruan tinggi dengan praktisi industri, sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan peluang kolaborasi.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd. menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada jajaran SKK Migas, KKKS, narasumber, serta seluruh tamu undangan. Ia juga memperkenalkan profil dan perkembangan UIN STS Jambi kepada para mitra industri sebagai langkah membangun komunikasi dan hubungan kelembagaan yang lebih erat.
Menurut Rektor, kuliah umum merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan secara langsung dari para praktisi yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidangnya. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat memperluas perspektif mahasiswa, mengembangkan potensi diri, serta menjadi inspirasi dalam mempersiapkan masa depan.
“Harapannya, mudah-mudahan apa yang disampaikan kepada mahasiswa ini bisa menginspirasi para mahasiswa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rektor berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai forum penyampaian materi, tetapi menjadi langkah awal penguatan kerja sama antara UIN STS Jambi dengan SKK Migas dan KKKS Wilayah Jambi. Ia juga menyampaikan harapan agar komitmen kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama.
“Harapannya kerja sama ini dapat direalisasikan dengan penandatanganan kerja sama, saat hari ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Bambang Dwi D., S.T., M.B.A., M.P.U., dalam sambutannya menekankan pentingnya energi dalam kehidupan masyarakat. Ia mengibaratkan keberadaan energi seperti lampu penerangan yang manfaatnya sering kali baru benar-benar dirasakan ketika listrik padam.
Ia menjelaskan, kontribusi industri hulu migas tidak sebatas pada penyediaan energi dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Industri tersebut juga memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Tugas kami dalam industri ini bukan hanya menyediakan berbagai barang dan kebutuhan lainnya, tetapi juga untuk ikut andil dalam bidang edukasi,” ujarnya.
Bambang juga menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong kemajuan bangsa. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi perhatian bersama karena sumber daya manusia yang unggul merupakan modal utama bagi Indonesia untuk menghadapi tantangan pembangunan dan persaingan global.
Kuliah umum ini menghadirkan Gita Wirjawan, B.B.A., M.B.A., M.P.A., seorang entrepreneur, educator, sekaligus pembawa acara Endgame, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Gita mengulas dinamika perubahan global, kepemimpinan, kolaborasi, serta pentingnya membangun pola pikir terbuka dan kemampuan beradaptasi di tengah perkembangan dunia.
Ia menjelaskan bahwa perubahan tatanan dunia menuju kondisi multipolar menuntut setiap negara maupun individu memiliki fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi. Ketergantungan terhadap satu sumber pasokan, menurutnya, perlu diimbangi dengan kemampuan membangun alternatif dan menjalin hubungan dengan berbagai pihak.
“Multipolaritas memerlukan kita semua untuk bisa berayun. Kalau tidak bisa bergantung dengan satu pasok, maka kita harus bisa bergantung ke pasok lain,” jelasnya.
Di hadapan ratusan mahasiswa, Gita juga mengingatkan pentingnya membangun imajinasi dan visi jangka panjang. Mahasiswa tidak cukup hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi perlu memiliki keberanian untuk membayangkan masa depan, mengenali peluang, serta mengembangkan kapasitas diri agar mampu mengambil peran dalam perubahan.
“Sebagai mahasiswa harus memiliki imajinasi yang jauh dan berkembang,” ujarnya.
Selain visi, ia menekankan pentingnya ambisi sebagai salah satu pendorong seseorang dalam mencapai tujuan. Ambisi tersebut harus dibarengi dengan kesungguhan, kerja keras, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar. Sebagai ilustrasi, Gita mencontohkan seorang pemuda asal Tiongkok yang mampu bekerja hingga 17 jam sehari. Contoh tersebut menggambarkan bagaimana kegigihan dan konsistensi dalam berusaha dapat membangun daya saing seseorang.
“Mahasiswa itu harus memiliki ambisi yang kuat,” tegasnya.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN STS Jambi, H. Arfan, S.Th.L., M.Sor. Sc., Ph.D, menyampaikan apresiasi kepada Gita Wirjawan yang telah berkenan hadir dan berbagi pengalaman serta wawasan kepada mahasiswa. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada SKK Migas dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, materi yang disampaikan narasumber memberikan sejumlah pesan penting bagi mahasiswa, terutama mengenai perlunya memiliki imajinasi jauh ke depan, ambisi yang kuat, serta kemampuan membangun keberuntungan melalui usaha dan kerja keras.
“Kami berharap mahasiswa kami mampu menyerap apa yang disampaikan oleh Bapak pemateri, di antaranya harus memiliki imajinasi yang jauh ke depan, memiliki ambisi yang kuat jika ingin mencapai sesuatu, serta keberuntungan yang cerdas. Salah satu contoh yang disampaikan tadi adalah pemuda Tiongkok yang bekerja keras hingga 17 jam sehingga orang lain tidak mampu menyainginya,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, UIN STS Jambi berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai industri hulu migas, tetapi juga mendapatkan perspektif lebih luas tentang kepemimpinan, kolaborasi, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Kuliah umum tersebut sekaligus menjadi ruang strategis untuk mempertemukan perguruan tinggi dengan dunia industri dalam membangun sinergi pengembangan pendidikan, peningkatan kompetensi, dan kualitas sumber daya manusia.
.jpeg)

.jpeg)



0 Komentar