Jambinews.id - Kota Jambi - Memasuki lembaran baru di tahun ini, umat Islam diingatkan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari resolusi duniawi, tetapi juga dari seberapa kuat landasan spiritual yang dibangun. Ketua BAZNAS Kota Jambi, Dr. Muhamad Padli, S.Pd.I., M.Pd.I, menegaskan bahwa mengawali tahun dengan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) adalah strategi terbaik untuk menjemput keberkahan dan menolak bala.
Menurut Dr. Padli, ada korelasi kuat antara optimisme tahun baru dengan kedermawanan. Berikut adalah langkah-langkah strategis spiritual yang semestinya dilakukan umat Muslim di awal tahun:
1. Membersihkan Harta dengan Zakat (Tazkiyatun Naas)
Dr. Padli menekankan bahwa sebelum melangkah lebih jauh di tahun yang baru, setiap Muslim wajib memastikan hartanya telah bersih. Zakat bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan instrumen penyucian.
"Sebagaimana firman Allah dalam QS. At-Taubah: 103, zakat berfungsi untuk membersihkan dan mensucikan harta serta jiwa. Kita tidak ingin melangkah di tahun baru dengan membawa beban hak orang miskin yang masih terselip di harta kita," ujar beliau. Menurutnya, menunaikan zakat di awal tahun adalah bentuk "audit spiritual" yang memberikan ketenangan batin.
2. Membuka Pintu Rezeki Melalui Sedekah Subuh
Mengacu pada metode Qiyas (analogi) tentang cahaya subuh, Dr. Padli menyarankan umat untuk merutinkan sedekah di awal waktu, terutama di awal tahun. Beliau mengutip hadits Nabi SAW bahwa setiap pagi ada dua malaikat yang berdoa; satu mendoakan keberkahan bagi yang berinfaq, dan satu lagi mendoakan kehancuran bagi yang kikir.
"Awal tahun adalah 'subuh'-nya waktu dalam skala tahunan. Jika kita memulainya dengan berbagi, maka kita sedang mengundang doa malaikat untuk menyertai seluruh sisa hari kita hingga akhir tahun nanti," jelasnya
3. Menguatkan Optimisme dengan Landasan "Al-Masyaqqatu Tajlibut Taysir"
Dalam kacamata Ushul Fiqh, Dr. Padli mengingatkan kaidah Al-masyaqqatu tajlibut taysir (kesulitan membawa kemudahan). Bagi banyak orang, mengeluarkan harta mungkin terasa berat di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun, secara syariat, justru di saat sulit itulah sedekah menjadi pembuka jalan keluar.
"Jangan menunggu kaya untuk bersedekah, tapi bersedekahlah untuk menjemput kelapangan. Optimisme yang kita bangun di awal tahun harus diwujudkan dalam aksi nyata muamalah, yaitu membantu sesama melalui BAZNAS," tambah Dr. Padli.
4. Muhasabah Melalui Infaq: Strategi Menabung di "Bank Langit"
Sebagai bentuk Muhasabah (evaluasi diri) yang disepakati para ulama (Ijma'), Dr. Padli mengajak masyarakat menjadikan infaq sebagai bukti syukur atas nafas yang masih diberikan. Ia berpendapat bahwa jika tahun lalu kita merasa banyak kekurangan, maka infaq di awal tahun ini adalah cara "merayu" Allah agar memberikan kelancaran urusan.
Seruan Aksi: Zakat sebagai Gaya Hidup
Di akhir penjelasannya, Dr. Muhamad Padli mengajak warga Kota Jambi untuk memanfaatkan lembaga resmi seperti BAZNAS dalam menyalurkan dana ZIS. Hal ini bertujuan agar pendistribusian harta umat dapat dilakukan secara produktif, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi pengentasan kemiskinan di daerah.
"Optimisme tanpa aksi adalah angan-angan. Mari kita wujudkan harapan tahun baru ini dengan komitmen berbagi. Harta yang kita simpan mungkin akan habis, tapi harta yang kita sedekahkan akan kekal menjadi penolong kita," pungkasnya dengan penuh wibawa.
