Jambinews.id - Jambi, 20 Februari 2026 - Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan dunia kesehatan, sejumlah tradisi pengobatan masyarakat Melayu Jambi perlahan mulai menghilang. Salah satunya adalah tradisi mandi air masin, ritual penyembuhan tradisional yang dahulu cukup dikenal dan dipercaya masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar penyembuhan berbagai penyakit maupun gangguan nonmedis.
Tradisi ini pernah hidup di sejumlah wilayah Timur Jambi, termasuk di Desa Teluk Majelis, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Melayu. Mandi air masin biasanya dilakukan kepada seseorang yang mengalami sakit berkepanjangan dan tidak dapat disembuhkan secara medis.
Namun kini, tradisi tersebut tidak lagi ditemukan. Perubahan pola pikir masyarakat, perkembangan pengobatan medis modern, hingga minimnya pewarisan budaya kepada generasi muda menjadi faktor utama hilangnya praktik mandi air masin dari kehidupan masyarakat Melayu Jambi.
“Sekarang sudah tidak ditemukan lagi. Anak-anak muda banyak yang tidak pernah mendengar tradisi ini,” ujar Akhyar, salah seorang pemuda masyarakat Melayu Jambi.
Menurutnya, dahulu tradisi mandi air masin cukup dikenal di lingkungan masyarakat kampung dan sering dilakukan sebagai bagian dari pengobatan tradisional keluarga. Namun seiring waktu, tradisi itu perlahan ditinggalkan karena dianggap tidak lagi relevan dengan kehidupan modern.
Seorang peneliti budaya Jambi menilai hilangnya tradisi mandi air masin menjadi tanda semakin pudarnya pengetahuan lokal masyarakat Melayu. Padahal, tradisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyembuhan, tetapi juga mencerminkan cara masyarakat dahulu menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan nilai spiritual.
“Tradisi seperti ini sebenarnya bagian dari identitas budaya Melayu Jambi. Walaupun mungkin tidak lagi dipraktikkan, setidaknya pengetahuan dan sejarahnya perlu didokumentasikan agar tidak hilang sepenuhnya,” kata Rafii.
Meski telah menjadi bagian dari masa lalu, mandi air masin tetap menyimpan jejak sejarah budaya masyarakat Melayu Timur Jambi. Tradisi itu menjadi pengingat bahwa masyarakat lokal pernah memiliki cara-cara tersendiri dalam memahami kesehatan, penyembuhan, dan kehidupan sosial sebelum hadirnya sistem pengobatan modern seperti sekarang.
