Jambinews.id - SENGETI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Kabupaten Muaro Jambi) bergerak cepat menanggapi insiden keracunan massal yang menimpa sejumlah warga beberapa waktu lalu. Sebagai wujud pelaksanaan fungsi pengawasan dan perlindungan masyarakat, pimpinan dewan menggelar pertemuan intensif bersama Satuan Pelayanan Program Gizi Makan Bergizi Gratis (SPPG MBG) di Ruang Rapat Gabungan DPRD, Selasa (03/02/2026).
Rapat koordinasi tersebut dipimpin jajaran pimpinan DPRD dan dihadiri perwakilan instansi terkait. Fokus utama pembahasan adalah evaluasi menyeluruh terhadap prosedur penyediaan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus mengidentifikasi akar permasalahan guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Evaluasi Standar Keamanan Pangan
Dalam pertemuan itu, pimpinan DPRD menegaskan bahwa aspek keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama, khususnya dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi. DPRD meminta penjelasan detail dari pihak SPPG MBG terkait standar operasional prosedur (SOP), mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.
“Kami ingin memastikan program ini berjalan sesuai standar kesehatan dan keamanan pangan yang ketat. Insiden ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk memperkuat pengawasan kualitas bahan dan proses penyajian,” tegas salah satu pimpinan dewan dalam rapat tersebut.
Langkah Antisipatif dan Rekomendasi
Pihak SPPG MBG memaparkan langkah-langkah darurat yang telah dilakukan, termasuk koordinasi cepat dengan tim medis untuk penanganan korban serta evaluasi internal terhadap mitra penyedia makanan.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Muaro Jambi menyampaikan sejumlah rekomendasi teknis, antara lain:
- Peningkatan pengawasan berkala pada dapur umum atau penyedia katering.
- Kewajiban sertifikasi keamanan pangan bagi petugas pengelola makanan.
- Penerapan sistem pelaporan cepat jika ditemukan indikasi makanan tidak layak konsumsi.
- Audit berkala terhadap rantai distribusi bahan pangan.
Melalui pertemuan ini, DPRD berharap lahir solusi konkret agar program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan optimal dan memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat tanpa risiko medis. DPRD menegaskan akan terus memantau perkembangan penanganan kasus hingga tuntas serta memastikan seluruh korban memperoleh layanan medis yang maksimal.
