Jambinews.id - Kota Jambi - Di bawah langit cerah "Tanah Pilih Pusako Betuah", ribuan umat Muslim memadati Lapangan Kantor Wali Kota Jambi pada Sabtu pagi, 21 Maret 2026. Suasana Idul Fitri 1447 H kali ini tidak hanya menjadi seremoni kemenangan, tetapi sebuah perjalanan spiritual menuju kesucian diri yang paling murni.
Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama jajaran pemerintah kota turut menyatu dalam barisan shaf yang rapi. Di hari yang suci ini, segala sekat jabatan luruh, menyisakan kerendahan hati di hadapan Sang Pencipta.
Ketua BAZNAS Kota Jambi, Dr. Muhamad Padli Abdullah, S.Pd.I., M.Pd.I., dalam khutbahnya yang bertajuk "Membelah Kekikiran, Menumbuhkan Kemanusiaan", memberikan pesan yang menghujam sanubari. Beliau menegaskan bahwa Takbir adalah proklamasi untuk meruntuhkan kesombongan dan ego pribadi.
"Sebagaimana petani membelah tanah agar benih bisa tumbuh, hari ini kita harus membelah kekikiran di dalam dada, agar benih kemanusiaan tumbuh subur di Kota Jambi!" ujar beliau dengan penuh penekanan.
Beliau mengingatkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban rutin, melainkan upaya nyata untuk melindungi nyawa dan memastikan harta tidak hanya berputar di kalangan orang kaya saja.
Suasana berubah haru saat Khatib mengisahkan Rasulullah SAW yang memeluk seorang bocah yatim di pagi Idul Fitri. Kisah ini menjadi peringatan keras bagi seluruh warga bahwa Idul Fitri bukan tentang baju baru, melainkan tentang memastikan tidak ada tetangga yang merintih kelaparan.
Bagi masyarakat Jambi, pesan ini menjadi amanah untuk memastikan tidak ada warga yang merasa "yatim" atau terabaikan karena jerat kemiskinan.
Di akhir prosesi, ribuan tangan menengadah dalam doa yang khusyuk. Di tengah kebahagiaan, terselip doa mendalam untuk saudara-saudara di Palestina yang masih berjuang di tengah penindasan. Lapangan Kantor Wali Kota pun bergetar oleh amin yang bersahut-sahutan.
Shalat Idul Fitri ditutup dengan harapan besar agar setiap Muslim pulang sebagai "Hamba Rabbani" pribadi yang kepedulian sosialnya tetap menyala meski Ramadan telah usai.

