Gandeng ASKOPIS, KPI UIN Jambi Cetak Lulusan yang Mahir Teknologi Media dan Kuat secara Etika Dakwah



Jambinews.id | Pendidikan - Menjawab tantangan disrupsi digital dan kebutuhan industri kreatif yang kian kompetitif, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi resmi merombak total kurikulumnya. Langkah strategis ini diambil guna memastikan setiap lulusan memiliki keahlian praktis yang relevan dan langsung terserap oleh pasar kerja modern.

Melalui agenda Review Kurikulum yang digelar secara daring pada Senin (29/6/2026), rekonstruksi ini dipandu langsung oleh Ketua Umum DPP ASKOPIS sekaligus pakar komunikasi Islam nasional, Dr. Mohammad Zamroni, M.Si. Kehadiran beliau menjadi kompas strategis dalam memadukan keahlian teknologi modern dengan nafas dakwah Islam.

4 Pilar Kompetensi Unggul Lulusan KPI UIN Jambi

Kurikulum baru ini dirancang secara komprehensif dengan mengolaborasikan perspektif akademisi dan praktisi. Targetnya, lulusan KPI tidak hanya membawa ijazah, melainkan penguasaan nyata (hard skills & soft skills) pada bidang-bidang berikut:

  • Inovasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence): Mahasiswa dicetak agar mampu mengintegrasikan teknologi AI secara efektif dan efisien dalam proses produksi konten kreatif.
  • Arsitek Media Baru & Broadcasting: Lulusan dibekali keahlian matang di industri digital, mulai dari manajemen live streaming, produksi podcast profesional, hingga penyiaran langsung (live broadcasting).
  • Jurnalisme Era Baru (Drone Journalism): Menghasilkan jurnalis masa kini yang cekatan memanfaatkan teknologi mutakhir untuk peliputan berita yang dinamis dan visual.
  • Dakwah Adaptif Berbasis Kearifan Lokal: Memiliki ketajaman insting dalam mengemas pesan komunikasi yang berdampak luas, dengan tetap berakar pada nilai-nilai luhur budaya Jambi.

Jaminan Mutu Industri: Lulusan yang Keluar dari Zona Gagap Teknologi

Dekan Fakultas Dakwah UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Ahmad Syukri, SS., M.Ag., menegaskan bahwa transformasi kurikulum ini adalah harga mati demi menjaga mutu dan daya saing lulusan di level global.

"Kurikulum tidak boleh statis, melainkan harus bergerak dinamis sebagai wadah pencetak sarjana yang kompeten. Kita ingin memastikan lulusan KPI memiliki kelenturan adaptasi yang tinggi dan siap bertarung di level internasional tanpa kehilangan identitas keislaman," tegas Prof. Ahmad Syukri.

Senada dengan Dekan, Ketua Program Studi KPI, Chandri Febri Santi, M.Pd., menambahkan bahwa integrasi dengan dunia kerja adalah fokus utama prodi saat ini.

"Kurikulum baru ini memperkuat penguasaan teknologi digital, sehingga lulusan kami bisa langsung masuk ke industri sebagai praktisi yang matang dan siap pakai," tutur Chandri.

Racikan Kurikulum dari Praktisi: Menolak Hoaks, Mengasah Integritas

Kekuatan kurikulum baru ini semakin diperkokoh lewat sesi dialog interaktif yang menghadirkan masukan tajam dari para pemangku kepentingan (stakeholders):

Yoso Muliawan (Pemimpin Redaksi Tribun Jambi): Menyoroti pentingnya membekali mahasiswa dengan keahlian jurnalisme bergerak (mobile journalism), mitigasi/penangkalan hoaks, serta etika bermedia yang ketat. "Agar lulusan KPI tidak hanya cakap dan terampil, tetapi juga beretika," ujarnya.

Drs. Eka Taufani, M.Sy. (Dosen & Mantan Direktur TVRI Jambi): Menyarankan penguatan khusus pada mata kuliah Media Televisi, yang berfokus pada teknik pengelolaan berita mendalam dan manajemen penyiaran visual profesional.

Anggia (Perwakilan Alumni & Kandidat Master Double Degree): Mengusulkan masuknya mata kuliah Jurnalisme Profetik (Prophetic Journalism) sebagai fondasi moral dan spiritual agar lulusan memiliki integritas tinggi saat terjun ke masyarakat.

Dengan implementasi kurikulum berbasis kompetensi digital dan penguatan karakter ini, Fakultas Dakwah UIN STS Jambi optimis dapat terus melahirkan jurnalis, praktisi media, dan akademisi komunikasi Islam yang mahir secara teknis, bijak secara etika, dan berdampak positif bagi dunia luas.